
KARAWANG, RAKA – Setiap tanggal 10 Muharram atau yang dikenal dengan hari Asyura, sebagian masyarakat menyebut sebagai lebaran anak yatim.
Bulan Muharam sebagai bentuk penghormatan dan perhatian kepada anak-anak yatim. Karena itu banyak masyakarat yang memanfaatkan bulan Muharram untuk berbagai kepada anak yatiim.
Sebagaimana yang dilakukan pemerintah Desa Kutapohaci. Kasi Kesejahteraan Desa Kutapohaci, Kecamatan Ciampel, Asep Supendi mengatakan setiap perayaan hari besar Islam atau PHBI, kepala desa Kutapohaci kerap memberikan santunan kepada anak yatiim.
”Setiap acara hari besar agama, di situ ada santunan. Biasanya yang paling besar itu di bulan Muharram,” katanya kepada Radar Karawang, Rabu (16/9).
Asep menyebut untuk dana santunan anak yatim ini juga berasal dari sumbangan masyarakat. Hasilnya banyak warga yang antusias menyisihkan hartanya untuk kegiatan santunan anak yatim.
”Ada juga masyarakat yang menyumbang untuk kegiatan santunan,” ujarnya.
Sebagaimana diketahui, Bulan Muharam ini ebagai salah satu bulan yang penuh keberkahan dan kemuliaan. Amalan yang dianjurkan untuk dikerjakan adalah menyantuni anak yatim. Menyantuni anak yatim bukan sekadar kebaikan sosial, tetapi juga termasuk ibadah yang bernilai tinggi.
Dengan begitu umat Islam diajak untuk lebih peduli dan beramal saleh. Tidak hanya mendapat pahala, tetapi juga memperkuat nilai kemanusiaan. (mra)



