Purwakarta
Trending

Sampah Sumbat Saluran Air

Pemicu Banjir di Musim Hujan

PURWAKARTA, RAKA – Intensitas hujan yang meningkat dalam beberapa waktu terakhir mendorong Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Purwakarta melakukan penyesuaian dalam pola penanganan sampah. Langkah tersebut diambil untuk mengurangi risiko banjir yang kerap dipicu oleh tersumbatnya saluran air.

DLH mencatat, sejumlah wilayah masih memiliki potensi genangan ketika hujan lebat terjadi. Untuk itu, pengangkutan sampah di beberapa kawasan dilakukan lebih intensif, terutama di titik-titik yang dekat dengan sungai dan saluran irigasi.

Kepala Bidang Persampahan DLH Purwakarta, Anggoro, menyebutkan bahwa peningkatan volume sampah pada musim hujan menjadi tantangan tersendiri.

Ia mengatakan, penambahan rute pengangkutan dilakukan agar sampah tidak terlalu lama menumpuk di lokasi pengumpulan.

Menurut Anggoro, persoalan banjir tidak hanya berkaitan dengan curah hujan, tetapi juga perilaku masyarakat dalam membuang sampah. Ia menegaskan bahwa sampah yang masuk ke sungai atau selokan berpotensi menghambat aliran air.

“Ketika sampah dibuang ke saluran air, dampaknya langsung terasa saat hujan turun. Aliran tidak lancar dan akhirnya meluap,” ujar Anggoro, Minggu (14/12).

Ia menjelaskan, terdapat empat wilayah yang selama ini masuk dalam pemantauan DLH karena rawan banjir, yaitu kawasan irigasi Citalang di Kecamatan Purwakarta, Kecamatan Pasawahan, Babakancikao, dan Jatiluhur.

Meski demikian, ia mengklaim sebagian besar wilayah tersebut telah terlayani sistem pengangkutan sampah secara rutin.

Sementara itu, Kepala DLH Kabupaten Purwakarta, Erlan Diansyah, mengatakan bahwa upaya teknis di lapangan perlu dibarengi dengan kesadaran warga. Ia menyebutkan, pemerintah daerah telah menetapkan jam pembuangan sampah guna menertibkan proses pengangkutan.

Erlan menjelaskan bahwa masyarakat diminta membuang sampah pada malam hingga dini hari agar armada pengangkut dapat bekerja lebih efektif. Ia juga mendorong warga untuk mulai memilah sampah sejak dari rumah.

“Kalau sampah dibuang sesuai jadwal dan sudah dipilah, pengangkutan bisa lebih cepat dan tidak menumpuk di lingkungan,” kata Erlan.

Selain itu, DLH juga menurunkan tim khusus untuk membersihkan sampah di sungai dan saluran irigasi. Upaya tersebut didukung dengan penambahan alat berat di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cikolotok guna mempercepat penanganan tumpukan sampah.

Melalui langkah-langkah tersebut, DLH berharap risiko banjir akibat sampah dapat ditekan, meskipun kondisi cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah Purwakarta. (yat)

Related Articles

Back to top button