
KARAWANG, RAKA – Di balik geliat pembangunan pedesaan di Kabupaten Karawang, terdapat kisah sejarah yang menarik dari sebuah desa yang telah berdiri lebih dari satu abad.
Desa Sukakerta, yang kini berada di Kecamatan Cilamaya Wetan, menyimpan jejak panjang sejak awal berdirinya pada tahun 1897.
Menurut Sekretaris Desa Sukakerta, Kartaman, desa ini didirikan oleh seorang tokoh yang dikenal dengan nama Mur alias Warni, sosok yang berjasa dalam pembentukan cikal bakal pemerintahan desa.
EPAPER RADAR KARAWANG – UPDATE SETIAP HARI
Namun, yang tak kalah menarik adalah perubahan nama desa yang sarat akan nilai sejarah.
”Awalnya desa ini bernama Lobang Buaya,” ungkap Kartaman beberapa waktu lalu.
”Namun pada tahun 1916, pemerintah kolonial Belanda memberikan penghargaan kepada desa ini, lalu nama desa diubah menjadi Sukakerta,” timpalnya lagi.
Perubahan nama itu menjadi simbol transformasi desa, dari kampung sederhana menjadi desa yang dinilai memiliki kemajuan oleh pihak kolonial saat itu.
Nama “Sukakerta” sendiri berasal dari dua kata dalam bahasa Sunda ‘suka’ yang berarti senang atau bahagia, dan ‘kerta’ yang berarti makmur atau sejahtera menggambarkan harapan akan kehidupan masyarakat desa yang tenteram dan berkembang.
Tak hanya itu, Desa Sukakerta juga pernah mencatat peristiwa penting dalam sejarah administratifnya. Pada tahun 1980, desa ini mengalami pemekaran wilayah.
Dari satu desa, terbentuk dua desa baru, Desa Sukakerta sebagai desa induk yang tetap berada di Kecamatan Cilamaya Wetan, dan Desa Sukajaya sebagai hasil pemekaran yang masuk ke dalam wilayah Kecamatan Cilamaya Kulon.
Kini, Desa Sukakerta terus berkembang, tetapi tetap menjunjung nilai-nilai sejarah dan kearifan lokal yang menjadi fondasi sejak zaman para pendirinya.
Jejak sejarah yang masih tersimpan itu menjadi bagian penting dari identitas desa, sekaligus inspirasi bagi generasi muda untuk tetap mencintai dan menjaga warisan leluhur. (mra)



