HEADLINE
Trending

Sekolah Siaga Kependudukan

radarkarawang.id – Kabupaten Karawang melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) menggelar kegiatan Sosialisasi Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) tingkat SMA se-Kabupaten Karawang pada awal Desember. Kegiatan itu dihadiri perwakilan 60 SMA dari seluruh wilayah Karawang.

Plt. Kepala DPPKB Karawang, Imam Bahanan, mengatakan pentingnya peran sekolah dalam penguatan literasi kependudukan. Ia berharap seluruh kepala sekolah turut mendukung implementasi SSK agar semakin banyak sekolah yang terlibat.

Saat ini Karawang baru memiliki empat SSK rintisan, yakni SMAN 3 Karawang, SMAN 1 Pedes, SMAN 1 Tegalwaru, dan SMAN 3 Cikampek.

Iman menambahkan bahwa pendidikan kependudukan penting untuk membentuk generasi muda yang cageur, bageur, bener. Ia menekankan bahwa pendidikan karakter tidak hanya menjadi tugas sekolah, tetapi juga keluarga.

“Sering kali ketika ada anak bermasalah, sekolah yang disalahkan. Padahal keluarga harus hadir membentuk karakter anak,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut juga dilaksanakan penandatanganan perjanjian kerja sama antara DPPKB Karawang dan Cadisdik Wilayah IV Karawang, Jawa Barat. Kesepakatan ini diharapkan memperkuat implementasi kebijakan pendidikan kependudukan melalui berbagai mata pelajaran, tidak hanya geografi.

Sosialisasi turut memaparkan implementasi SSK di Kabupaten Karawang yang telah berjalan melalui MGMP Geografi, lomba kependudukan sejak 2022, serta program integrasi materi kependudukan dalam pembelajaran dan budaya sekolah.

Program SSK sendiri berfokus pada literasi kependudukan, kesehatan reproduksi remaja, lingkungan hidup, ketahanan keluarga, serta perencanaan masa depan. Tujuannya antara lain meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap isu demografi dan membentuk perilaku berencana serta bertanggung jawab.

Kabupaten Karawang memiliki tantangan kependudukan yang kompleks. Pertumbuhan penduduk terus meningkat akibat kawasan industri, urbanisasi tinggi, serta isu lingkungan seperti banjir, pencemaran sungai, dan abrasi pesisir. Kondisi ini menuntut sekolah untuk menjadi bagian dari upaya peningkatan literasi dan kesadaran demografi.

Salah satu strategi efektif implementasi SSK ialah penyelenggaraan Lomba Kependudukan, yang melibatkan siswa dan guru dalam karya kreatif seperti lomba tulis, fotografi, cipta peta, video masalah kependudukan, game peta global, dan geo talent. Kegiatan ini terbukti meningkatkan pemahaman siswa terhadap isu kependudukan.

Berbagai lomba yang berlangsung sejak 2022 hingga 2025 menghasilkan karya edukatif yang dimanfaatkan sebagai media pembelajaran. Dampaknya, siswa menjadi lebih peduli terhadap isu sosial dan demografi, sementara sekolah semakin siap menghadapi dinamika lingkungan sekitarnya.

Perwakilan Tim SSK Kabupaten Karawang, Rina Kusmiati, memaparkan latar belakang program, termasuk tantangan kualitas penduduk serta amanat RPJMN 2020–2024 yang menempatkan pembangunan SDM sebagai prioritas. Ia menjelaskan bahwa SSK membantu pendidik dan peserta didik memahami isu kependudukan melalui intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler.

Salah satu sekolah rintisan, SMAN 3 Karawang, telah menerapkan integrasi SSK ke dalam 14 mata pelajaran seperti biologi, geografi, matematika, ekonomi, PAI, BK, hingga sosiologi. Sekolah ini juga aktif menjalin kerja sama dengan DPPKB dan BKKBN, serta mengikuti lomba tingkat provinsi dan nasional.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Tim Kerja Pengendalian Penduduk BKKBN Jawa Barat, Mia Wahdini, memaparkan kapitalisasi bonus demografi melalui pendekatan siklus hidup.

Ia juga menyoroti tantangan remaja seperti penyalahgunaan narkoba, tingginya angka bullying di sekolah, masalah kesehatan mental, penggunaan gawai, serta perkawinan anak. Sekolah diminta memperkuat pendidikan karakter dan menciptakan lingkungan belajar yang aman dan ramah anak.

Melalui program SSK, Karawang berharap dapat membentuk generasi berwawasan kependudukan dan mewujudkan daerah yang maju serta sejahtera.(mra)

KERJASAMA: Penandatanganan perjanjian kerjasama DPPKB Karawang dengan Cadisdik Wilayah IV Jawa Barat dan sosialisasi SSK.

Related Articles

Back to top button