
Radarkarawang.id- Kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi wisata di Kabupaten Karawang. Sepanjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 17.330 liburan di Karawang.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Karawang Abas Sudrajat mengatakan, hingga 1 Januari 2026, jumlah wisatawan mencapai 17.330.
Jumlah tersebut, lanjutnya, mengalami kenaikan sebesar 12,19 persen dari periode yang sama pada tahun sebelumnya, yang tercatat sebanyak 15.217 wisatawan.
“Peningkatan kunjungan wisata berdampak langsung terhadap perputaran ekonomi lokal, khususnya UMKM, perhotelan, kuliner, serta jasa pendukung pariwisata,” katanya, Jumat (2/12).
Baca Juga: Purwasari Punya Camat Baru
Tren wisata pada libur Nataru tahun ini menunjukkan perubahan pola konsumsi masyarakat. Wisatawan tidak hanya berkunjung ke destinasi wisata, tetapi juga aktif berbelanja, menikmati kuliner, membeli cenderamata, hingga memanfaatkan hiburan keluarga.
Abas menjelaskan, wilayah Karawang Selatan menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi pariwisata. Kawasan tersebut memiliki beragam destinasi wisata alam.
Sejumlah destinasi andalan di Karawang Selatan, seperti Curug Cigentis, Green Canyon, serta kawasan glamping di perbukitan Sanggabuana jadi tujuan wisatawan.
“Destinasi-destinasi itu mendorong tumbuhnya usaha masyarakat, mulai dari homestay, warung makan, pemandu wisata, jasa parkir, hingga transportasi lokal,” papar Abas.
Pelaku usaha kecil dan menengah di sekitar lokasi wisata rasakan dampak ekonominya. Banyak UMKM mengalami peningkatan omzet selama libur panjang.
Tak hanya wisata alam, sektor wisata buatan dan kawasan urban juga memberikan kontribusi besar terhadap pendapatan daerah selama libur Nataru.
Lanjut Abas, sejumlah waterpark di kawasan Galuh Mas dan Summarecon Emerald Karawang mencatat rekor kunjungan tertinggi, seiring dengan promosi acara.
Sementara itu, tingkat hunian hotel di pusat kota dan kawasan industri Karawang sepanjang 2025 tercatat berada di atas 90 persen.
Kondisi ini turut membuka peluang kerja temporer dan meningkatkan pendapatan sektor jasa. “Hotel-hotel menggelar berbagai event, menghadirkan artis nasional, hingga paket perayaan malam tahun baru untuk keluarga. Ini menunjukkan pariwisata Karawang mulai terintegrasi dengan industri hiburan dan ekonomi kreatif,” terangnya.
Selain itu, kata Abas, kolaborasi antara kegiatan budaya dan bazar UMKM pada malam pergantian tahun juga berhasil mendorong perputaran ekonomi.
Meski demikian, tambahnya, Disparpora Karawang mengakui masih memerlukan sejumlah pembenahan, khususnya terkait peningkatan fasilitas dan destinasi hiburan untuk kenyamanan pengunjung.
Wilayah Karawang Utara, terutama sektor wisata pantai, masih menghadapi tantangan cuaca ekstrem. “Ke depan kami akan fokus pada perbaikan sarana dan prasarana wisata pantai agar dampak ekonomi pariwisata dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat,” tutupnya. (zal)



