
Radarkarawang.id- Tegas, sikat atribut eksklusif di tenda jemaah haji, Wamenhaj ancam cabut izin KBIHU nakal. Semua jemaah punya hak sama.
Ekspresi Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak berubah saat meninjau area tenda jemaah haji Indonesia di Arafah.
Pemicunya, temuan banyaknya atribut atau penanda milik Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) yang terpasang di hampir setiap tenda.
Keberadaan logo dan nama KBIHU tersebut memberikan kesan keliru, seolah-olah tenda tersebut bersifat eksklusif hanya untuk jemaah dari kelompok mereka.
“Jangan ada yang menempel seperti ini. Tidak boleh ada KBIHU yang memasang tanda begini,” ujar Dahnil dengan tegas sembari mencopot paksa salah satu penanda KBIHU di lokasi.
Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf, yang mendampingi dalam sidak tersebut, mengamini tindakan tegas sang wakil sterilkan tenda.
Menurut Irfan, klaim sepihak lewat penanda ini sering kali mengintimidasi dan menghalangi jemaah di luar kelompok tersebut untuk masuk tenda.
“Jemaah di luar KBIHU akhirnya tersisih dan merasa tidak boleh masuk,” kata Irfan. Kondisi ini sangat tidak adil bagi jemaah mandiri yang tidak terikat dengan kelompok bimbingan mana pun.
Dahnil kembali menegaskan bahwa otoritas penuh yang mengatur tata letak dan penempatan jemaah di tenda Arafah maupun Mina berada di tangan PPIH Arab Saudi, bukan KBIHU.
Mantan Ketum PP Pemuda Muhammadiyah ini bahkan tidak segan-segan mengancam akan mencabut izin operasional kelompok bimbingan yang nekat melanggar aturan.
“Kami tidak peduli, KBIH bandel dan tidak tertib dengan aturan Kementerian Haji dan Umrah akan langsung kami tutup,” ancam Dahnil.(jpg)



