Purwakarta
Trending

‎Sisi Gelap Taman Air Mancur Sri Baduga

‎Kandang Satwa Semrawut dan Terbengkalai

‎PURWAKARTA, RAKA – Taman Air Mancur Sri Baduga yang selama ini dikenal sebagai ikon wisata unggulan Kabupaten Purwakarta menyimpan sisi lain yang luput dari perhatian publik. Berbeda jauh dari tampilan depan yang megah dan terawat, kondisi area bagian dalam taman justru memperlihatkan pemandangan memprihatinkan.

‎Pantauan di lokasi menunjukkan bekas area kandang satwa yang dahulu menjadi daya tarik tersendiri kini terbengkalai tanpa kejelasan penataan lanjutan. Area tersebut sebelumnya difungsikan sebagai kandang burung dan berbagai jenis hewan yang dapat dinikmati langsung oleh pengunjung. Namun setelah dibongkar, lokasi itu dibiarkan begitu saja dan terkesan tidak terawat.

‎Kondisi fisik bangunan tampak rusak. Rangka besi bekas kandang dipenuhi karat, sementara bagian bawah yang merupakan saluran air terlihat tergenang. Air yang mengendap berwarna hitam pekat dan tampak tersumbat, menimbulkan kesan jorok serta berpotensi menimbulkan bau tidak sedap.

‎Sejumlah pengunjung pun menyayangkan kondisi tersebut. Rina (27), pengunjung asal Karawang, mengaku terkejut saat melihat area tersebut dari dekat. Menurutnya, kondisi itu sangat kontras dengan citra Taman Air Mancur Sri Baduga sebagai destinasi wisata kebanggaan daerah.

‎“Dari luar kelihatan bagus dan megah, tapi pas masuk ke bagian dalam, kok seperti tidak terurus. Airnya hitam dan rangkanya berkarat, jadi kurang nyaman dilihat,” ujarnya.

‎Hal senada disampaikan Andi (31), wisatawan lain asal Karawang. Ia mengatakan bahwa kawasan tersebut seharusnya bisa dimanfaatkan kembali atau setidaknya dirapikan agar tidak menimbulkan kesan kumuh di area wisata.

‎Ia menilai, pembiaran terhadap bekas kandang satwa tersebut dapat mencoreng pengalaman wisatawan yang datang berkunjung, terutama bagi mereka yang baru pertama kali datang ke Purwakarta.

‎“Dulu saya dengar di sini ada kandang burung dan hewan lain, pasti menarik. Tapi sekarang justru terlihat terbengkalai. Sayang sekali kalau tidak dilanjutkan penataannya,” kata Andi.

‎Sementara itu, Dedi (35) asal Purwakarta, mengungkapkan bahwa dirinya mengetahui betul fungsi area tersebut di masa lalu. Ia berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah agar kawasan itu tidak semakin rusak.



‎Menurutnya, kondisi saluran air yang tersumbat dan tergenang air hitam sangat mengganggu, apalagi lokasi tersebut berada di kawasan wisata keluarga

‎“Dulu ini tempat kandang burung dan hewan, banyak anak-anak yang senang melihatnya. Sekarang malah jadi seperti ini, airnya hitam dan kelihatan menjijikkan. Harusnya segera dibenahi,” tegasnya.

‎Ia menambahkan bahwa Taman Air Mancur Sri Baduga merupakan wajah pariwisata Purwakarta. Oleh karena itu, setiap sudut kawasan seharusnya mendapat perhatian yang sama agar tetap layak dan nyaman bagi pengunjung. (yat)

Related Articles

Back to top button