
PURWAKARTA, RAKA – Pasokan beras untuk kebutuhan masyarakat dipastikan tetap aman hingga akhir tahun Pemerintah Kabupaten Purwakarta, bahkan tercatat adanya surplus yang cukup besar.
Lonjakan produksi tersebut tidak terlepas dari musim panen yang meluas dan peningkatan luas lahan tanam sepanjang 2025.
Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Bin Zein atau Om Zein, mengatakan musim panen yang berlangsung hingga Desember membuat produksi gabah meningkat signifikan.
“Stok beras hingga Desember aman, bahkan untuk produksi Gabah Kering Giling (GKG) akhir tahun ini surplus sekitar 69 ribu ton,” ujarnya, Selasa (9/12).
Dinas Pertanian dan Pangan Purwakarta juga mencatat kenaikan luas tanam sebagai faktor pendorong meningkatnya produksi.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Hadi Purnomo, menjelaskan bahwa luas tanam tahun 2025 lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya. Menurutnya, pada periode yang sama di 2024 luas tanam baru mencapai 40.864 hektare, sementara tahun ini naik menjadi 43.687 hektare.
“Priode yang sama di tahun 2024 lalu luas tanamnya 40.864 hektare, sedangkan di tahun ini mengalami kenaikan menjadi 43.687 hektare,” jelasnya.
Ia menambahkan secara tidak langsung bahwa meningkatnya luas tanam berdampak langsung pada bertambahnya produksi GKG sehingga stok beras dipastikan aman.
Berdasarkan data Dinas Pertanian, sejak Januari hingga November, luas panen mencapai 40.360 hektare dengan produksi sebesar 263.632 ton GKG atau setara 169.041 ton beras.
Adapun untuk Desember, masih terdapat 2.790 hektare yang secara bertahap memasuki panen. Luasan tersebut diproyeksikan menghasilkan 18.224 ton GKG atau sekitar 11.684 ton beras.
Hadi juga menegaskan melalui pernyataan langsung bahwa hasil produksi tersebut sudah lebih dari cukup memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Diperkirakan hingga akhir tahun ini kita mengalami surplus beras sebanyak 69.598 ton,” ujarnya.
Dengan surplus yang cukup besar tersebut, Pemerintah Kabupaten Purwakarta optimis ketahanan pangan daerah tetap terjaga hingga tahun mendatang. (yat)



