HEADLINE
Trending

Menata Lingkungan dan Infrastruktur

‎Demi Masa Depan Desa Mandiri

KARAWANG, RAKA– Desa Kutajaya, Kecamatan Kutawaluya, Kabupaten Karawang, terus menunjukkan kemajuan pesat sejak resmi menjadi desa pemekaran dari Desa Kutamukti. Di bawah kepemimpinan Kepala Desa Deni Lusmana yang menjabat sejak tahun 2021, Kutajaya mulai menata diri, tidak hanya dalam pembangunan fisik, tetapi juga dalam pengembangan kualitas sumber daya manusianya.

‎Dengan luas wilayah sekitar 5 kilometer persegi dan jumlah penduduk mencapai 5.278 jiwa, Kutajaya kini tampil sebagai salah satu desa yang aktif membenahi infrastruktur. Sejumlah proyek strategis seperti pembangunan jalan poros desa dan jalan kabupaten telah rampung dikerjakan, disusul dengan penataan lingkungan melalui pembuatan drainase dan saluran tersier.

‎“Alhamdulillah, infrastruktur utama sudah selesai. Sekarang fokus kami adalah pada penataan kawasan lingkungan, terutama drainase dan saluran air. Ke depan, kami ingin lebih menekankan pada pengembangan sumber daya manusia,” ujar Kepala Desa Kutajaya, Deni Lusmana, beberapa waktu lalu.

‎Desa yang terbagi ke dalam 3 dusun, 3 RW, dan 12 RT ini memiliki areal persawahan seluas 232 hektar, sementara sisanya, sekitar 268 hektar, merupakan kawasan permukiman. Struktur sosial masyarakat Kutajaya masih didominasi oleh suku Sunda, dengan kehadiran kecil suku lain seperti Jawa dan Batak yang jumlahnya kurang dari satu persen.

‎Dari segi agama, hampir seluruh penduduknya memeluk agama Islam, mencerminkan karakter masyarakat lokal yang religius dan menjaga nilai-nilai kearifan budaya Sunda.

‎Tingkat pendidikan di Kutajaya juga terus meningkat. Menurut Deni, pada tahun 2025 ini, rata-rata penduduk usia produktif telah menamatkan pendidikan hingga jenjang SLTA. Sementara dari sisi ekonomi, mayoritas warga bekerja sebagai petani dan buruh tani, disusul oleh kalangan karyawan, PNS, dan pedagang kecil yang turut menggerakkan roda perekonomian desa.

‎Dengan pondasi pembangunan yang semakin kuat, Desa Kutajaya kini menatap masa depan yang lebih mandiri. Peningkatan kualitas pendidikan dan keterampilan masyarakat menjadi fokus utama pemerintahan desa untuk mendorong kemandirian dan kesejahteraan warganya.

‎“Pembangunan fisik penting, tapi manusia yang unggul dan berdaya saing jauh lebih penting. Itu yang kini sedang kami arahkan,” pungkas Deni. (mra)

x

Related Articles

Back to top button