Jejak Pewaris Nabi di Karawang
KARAWANG, RAKA – Masyarakat umumnya lebih mengenal makam Syekh Quro jika hendak berziarah ke Desa Pulokalapa, Kecamatan Lemahabang. Padahal, di sana juga terdapat makam Syekh Darugem alias Syekh Bentong, murid Syekh Qurotul Ain.
Namun biasanya, setibanya di sana, para peziarah mendapat informasi seputar keberadaan makam Syekh Bentong yang letaknya tak jauh dari makam Syekh Quro. Biasaya, selain berziarah ke makam Syekh Quro, makam Pulomasigit itu menjadi tempat kedua dalam melaksanakan berziarah.
Kata juru kunci makam Syekh Bentong, Aca Miharja, Syekh Bentong merupakan salahsatu murid Syekh Quro yang awalnya dimasukkan ke dalam ruas bambu oleh Syekh Quro lantaran ingin mengetahui dalamnya ilmu agama Islam. “Cerita dari orangtua, Syekh Bentong ini ingin tahu kedalaman ilmu agama Islam, dan oleh Syekh Quro disuruh melihat melalui ruas bambu, taunya Syekh Bentong malah masuk ke dalam ruas bambu tersebut,” katanya.
Singkatnya, Syekh Bentong meresapi perkataan Syekh Quro saat masih di luar ruas bambu, dan ingin mempelajari ilmu agama Islam lebih dalam dengan benar. Mendengar hal itu, lantas Syekh Quro mengalurkan Syekh Bentong daru ruas bambu dan menerimanya sebagai murid. “Bagaimana caranya, Wallahualam. Setau saya dari cerita orangtua seperti itu,” katanya.
Dia juga menjelaskan, nama asli Syekh Bentong yaitu Darugem. Dikatakan Bentong, karena pada awalnya memukul atau membentong buah. Jadilah disebut Syekh Bentong. Seiring berjalannya waktu, Syekh Darugem pun berhasil memperdalam ilmu keagamaan yang diperoleh dari Syekh Quro.
Setelah meninggal dunia, Syekh Darugem dimakamkan. Karena kedalaman ilmu agamanya, makam tersebut juga dijadikan tempat ziarah. Biasanya, peziarah yang selesai tawasulan di makam Syekh Quro, melakukan ziarah juga di tempat tersebut.
Biasanya, Jumat malam tempat tersebut ramai. Bahkan sebelum tawasulan di makam Syekh Quro, jamaah lebih dulu tawasulan di tempat tersebut. “Pertama tawasul di makam Syekh Bentong, dan dilanjutkan ke makam Syekh Quro. (rok)