
radarkarawang.id – Tidak dibuang, abu sekam diolah jadi kompos. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Karawang menjalin kolaborasi dengan Perusahaan penyedia energi terbarukan Becis Indonesia dalam program Corporate Social Responsibility (CSR) yang berfokus pada pemanfaatan limbah operasional menjadi produk ramah lingkungan.
Country ES & HS Leader Becis Indonesia Ika mengapresiasi kerja sama tersebut. Ia menjelaskan bahwa perusahaan yang bergerak di bidang renewable energy ini tidak hanya berkomitmen menyediakan energi bersih untuk mengurangi jejak karbon, tetapi juga menjunjung tinggi nilai keberlanjutan dalam setiap operasionalnya.
“Agenda CSR ini merupakan nilai yang sangat dijunjung tinggi oleh perusahaan kami. Kebermanfaatannya tidak hanya di sektor industri dan komersial, tapi juga bagi masyarakat dan lingkungan sekitar,” katanya, Kamis (11/12).
Ika menjelaskan, bahwa limbah operasional perusahaan berupa abu sekam padi yang berwarna hitam dimanfaatkan kembali oleh DLH untuk pembuatan kompos dan media tanam. Hal ini merupakan bagian dari komitmen Becis menuju konsep zero waste dan ekonomi sirkular.
“Mulai dari hulu menggunakan sekam, sampai hasil akhirnya berupa abu, semuanya dimanfaatkan kembali untuk tanaman dan lingkungan. Jadi benar-benar siklus berkelanjutan,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pertamanan DLH Karawang Dede Pramiadi Asmara mengatakan, bahwa kerja sama ini mendukung upaya pengembangan hutan kota yang terus dilakukan pemerintah daerah.
“Kami terus melakukan pengembangan hutan kota. Tahun kemarin sudah berjalan dan sekarang kami kembangkan lagi dengan merangkul berbagai pihak, salah satunya perusahaan melalui CSR,” jelasnya.
Menurutnya, Becis menjadi perusahaan kedua yang berkolaborasi setelah BMJ. Limbah berupa abu sekam yang disalurkan perusahaan dimanfaatkan untuk persemayaan, media tanam, serta menunjang pertumbuhan tanaman di area perkotaan.
“Limbahnya sangat bermanfaat. Untuk persemayaan, untuk mempercepat pertumbuhan tanaman di hutan kota. Mudah-mudahan ke depan makin banyak mitra CSR yang masuk,” ujarnya.
Menurutnya, DLH juga mengintegrasikan kolaborasi ini dengan program Adiwiyata. Siswa sekolah ikut dilibatkan untuk mendapatkan edukasi mengenai pemanfaatan energi terbarukan dan pengelolaan sampah organik di kawasan hutan kota. (zal)



