
PURWAKARTA, RAKA – Tanggul Ubrug Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, kini menjelma menjadi salah satu destinasi favorit masyarakat, khususnya kalangan muda-mudi, untuk menghabiskan waktu di sore hari.
Setiap menjelang matahari terbenam, kawasan ini ramai dipadati warga yang datang untuk bersantai, berolahraga ringan, hingga sekadar menikmati pemandangan Waduk Jatiluhur.
Pantauan di lokasi pada Kamis (18/12) suasana sore hari di Tanggul Ubrug tampak hidup. Sejumlah pengunjung terlihat duduk berjejer di sepanjang tanggul, sebagian lainnya berjalan santai sambil mengabadikan momen matahari terbenam. Keindahan panorama waduk yang berpadu dengan semilir angin sore menjadi daya tarik utama kawasan tersebut.
Salah seorang pengunjung, Rian (22), mengaku kerap datang ke Tanggul Ubrug bersama teman-temannya. Ia mengatakan tempat ini nyaman dan cocok untuk melepas penat setelah beraktivitas seharian.
“Kalau sore ke sini rasanya adem, pemandangannya bagus, jadi betah. Tidak perlu jauh-jauh kalau mau santai,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Siti (35), warga sekitar, yang menyebut Tanggul Ubrug kini menjadi ruang terbuka favorit masyarakat. Menurutnya, keberadaan tanggul yang tertata dan relatif aman membuat warga merasa nyaman untuk berkunjung.
“Sekarang bukan cuma anak muda, orang tua dan keluarga juga banyak yang datang ke sini sore hari,” katanya.
Di balik fungsinya sebagai ruang rekreasi informal, Tanggul Ubrug Jatiluhur memiliki peran penting dalam sejarah dan pengelolaan sumber daya air di Purwakarta. Tanggul ini merupakan bagian dari sistem pengamanan Waduk Jatiluhur yang dibangun untuk mengendalikan aliran air dan mencegah luapan, terutama saat debit air meningkat.
Secara historis, Tanggul Ubrug memiliki fungsi utama sebagai penguat struktur bendungan dan jalur kontrol air yang mendukung operasional Waduk Jatiluhur, yang menjadi tulang punggung irigasi, pembangkit listrik tenaga air, serta pengendali banjir di wilayah Jawa Barat.
Seiring waktu, kawasan di sekitar tanggul berkembang menjadi ruang publik yang dimanfaatkan masyarakat.
Seorang tokoh masyarakat setempat menjelaskan bahwa perubahan fungsi sosial kawasan tanggul terjadi secara alami. Ia menyebut masyarakat memanfaatkan area tersebut karena aksesnya mudah dan pemandangannya terbuka. Namun demikian, ia mengingatkan agar pengunjung tetap menjaga kebersihan dan keselamatan.
“Tanggul ini fungsi utamanya tetap pengaman waduk, jadi masyarakat harus bijak dalam memanfaatkannya,” ujarnya.
Kini, Tanggul Ubrug Jatiluhur tidak hanya dikenal sebagai infrastruktur vital, tetapi juga sebagai ruang interaksi sosial yang mempererat kebersamaan warga. Pemerintah daerah diharapkan dapat terus menjaga dan menata kawasan ini agar tetap aman, nyaman, serta bermanfaat bagi masyarakat tanpa mengesampingkan fungsi utamanya. (yat)



