Asap Pembakaran Kapur Membuat Dada Sesak

PANGKALAN, RAKA – Kepulan asap hitam dari aktifitas pabrik pengolahan batu kapur di Kampung Parunglaksana, Desa Tamansari dikeluhkan pengguna jalan. Pekatnya asap membuat pandangan dan pernapasan pengendara terganggu karena terhirup asap hitam.

Seperti diungkapkan Lala (26) pengendara motor dari Desa Pinayungan Kecamatan Telukjambe Timur yang berencana berlibur ke wilayah selatan Karawang, Minggu (16/9) kepulan asap pengolaan batu kapur itu membuat mata perih dan dadanya sesak, selain menghalangi pandangan pengendara. “Sebetulnya saya malas lewat wilayah lio pembakaran kapur ini karena saya tahu pasti kena asap. Tap, ya memang ini satu-satunya jalan yang bisa dilintasi untuk ke ke lokasi wisata yang saya tuju,” ujar Lala ketika menghentikan kendaraannya tidak jauh dari Juishin.

Lala berharap agar para pemilik Lio batu kapur bisa membuat cerobong jadi asap sisa pembakaran tidak lagi mengganggu dan menghalangi pengguna jalan dan terutama dengan cerobong itu imbasnya terhadap warga pun bisa terminimalkan. Sementara Jali (44) pemilik Lio pembakaran batu kapur mengatakan proses pembakaran pengolahan batu kapur menggunakan ban bekas. Kepulan asap hitam menimbulkan polusi di akses jalan. Selain ban bekas juga banyak sisa kain limbah yang digunakan untuk proses pembakaran batu kapur. “Kalau kita gunakan kayu atau bambu untuk pembakaran batu kapur kayu dan bambunya sudah jarang didapat, makanya kita menggunakan ban bekas dan limbah kain yang lebih mudah didapat,” ucap Jali.

Menyinggung persoalan dampak asap sisa pembakaran batu kapur Kepala Unit Gawat Darurat Puskesmas Tegalwaru Dr. Bubun Bunyamin.MM, mengungkapkan, salah satu dampak negatif dari kegiatan pengolahan batu kapur tersebut adalah menurunnya kualitas lingkungan yang ditandai adanya pencemaran udara. Pengolahan batu kapur, merupakan sumber pencemaran udara, dengan hasil yang ditimbulkan berupa gas seperti CO2, CO, dan partikel debu.

Partikel debu batu kapur ini dapat mengganggu kesehatan bila terhirup manusia, antara lain dapat mengganggu pernafasan, seperti sesak nafas ataupun terjadinya pneumoconiosis (Batuk berat). Dampak ini langsung dirasakan ketika menghirup asapnya, berupa rasa perih di mata, sesak napas, dan bila bahan tersebut tersentuh kulit secara langsung, akan terasa terbakar.

“Dampak ini langsung dirasakan ketika menghirup asapnya, berupa rasa perih di mata, sesak napas, perkiraan saya warga kampung Parung laksana, Desa Tamansari lingkungannya mengalami pencemaran lingkungan akibat pengolahan batu kapur. Tidak sedikit masyarakat desa setempat mengeluhnya sulit bernafas. Hasil dari pengolahan batu kapur ini berupa senyawa kimia yang tersebar bebas di udara dan apabila masuk ke dalam saluran pernafasan manusia akan mengakibatkan gangguan nafas atau ISPA,” tegasnya. (yfn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here