Kurang Tidur Bikin Stres

TELUKJAMBE TIMUR, RAKA – Organ dan sel-sel tubuh manusia tidak bisa terus menerus bekerja. Butuh istirahat agar kesehatan tubuh tetap terjaga dan organ tubuh dapat bekerja optimal. “Layaknya mesin juga kan tidak bisa digeber terus, harus ada waktu istirahat,” ujar Kepala Puskesmas Telukjambe Nugraha.

Nugraha menyampaikan salah satu bentuk istirahat adalah tidur dengan waktu yang cukup. Dalam sehari setidaknya manusia membutuhkan waktu tidur sekitar 7 sampai 8 jam. Tidur yang cukup memberi kesempatan bagi tubuh dan juga otak untuk memulihkan kembali kondisinya. Jika waktu tidur kurang dari yang disarankan maka akan menjadi penyebab timbulnya berbagain masalah kesehatan.

Kurangnya waktu istirahat tentunya menyebabkan tubuh mudah lelah, namun disamping itu juga bepengaruh pada intelegensi seseorang. Hal ini disebabkan karena otak tidak punya cukup waktu untuk beristirahat sehingga daya pikir akan berkurang. Maka jangan heran jika kerap mendapati seseorang yang sulit berkonsentrasi atau bahkan kerap berbicara ngawur akibat waktu tidur yang tidak cukup. Dan tak jarang pula orang yang kurang istirahat tidak bisa mengontrol emosinya dengan baik.

Secara alamiah waktu tidur manusia adalah malam hari, Nugraha menyarankan untuk tidur sejak pukul 21.00 WIB hingga pukul 04.00 WIB. Hindari bergadang karena dapat memicu penyakit liver. Dan kesalahan yang kerap terjadi adalah mengganti waktu tidur karena bergadang pada pagi hari, padahal pagi hari merupakan waktu yang tepat untuk mendapatkan manfaat sinar matahari dan menghirup udara yang masih segar. Selain itu nyamuk penyebab DBD juga biasanya menginfeksi saat tidur siang. “Sinar matahari juga kan rezeki buat kita, malah itu rezeki yang tak ternilai,” ucapnya.

Namun bagi para pekerja yang terpaksa beraktifitas pada malam hari tentunya mereka mesti mengganti waktu tidur di siang hari. Meski demikian ia mengingatkan untik menghindari tidur pagi. Disarankannya untuk tidur minimal setelah pukul 09.00 WIB hingga maksimal pukul 15.00 WIB. Ia berpesan agar masyarakat menerapkan gaya hidup sehat dengan “CERDIK”, yakni Cek kesehatan berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin berolahraga, Diet seimbang, Istirahat yang cukup, dan Kelola stres dengan baik. “Kita lebih baik mencegah daripada mengobati,” pesannya. (psn)