Sekali Panen Petani Kedelai Untung Rp 30 Juta

PANGKALAN, RAKA – Musim kemarau yang saat ini melanda tampaknya tidak melulu berdampak negatif terhadap penghidupan petani. Meski Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi kemarau berlangsung hingga akhir September ini, petani bisa menyiasatinya dengan menanam tanaman kedelai.

Kepala Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Pertanian Kecamatan Pangkalan diwakili Kepala Pengembangan Varietas Unggulan Pertanian Kacang Kecamatan Pangkalan Ace Sugianto SP, mengatakan itu, Minggu (16/9). Tanaman kedelai bisa menjadi alternatif petani saat musim kemarau seperti sekarang. “Kemarau yang lebih panjang, membuka peluang bagi petani untuk menanam kedelai dengan benih unggul dan umur yang lebih panjang tanpa khawatir gagal panen karena turunnya hujan,” ujarnya.

Ternyata jenis varietas Nuansa Sanggabuana (NS) banyak diminati petani. Sekitar 20 hektare lahan milik petani di beberapa wilayah di Kecamatan Pangkalan sudah bisa menikmati hasil dari panennya kedelai jenis itu. Bahkan, tambah dia, kedelai itu malahan menjadi unggulan petani yang hingga kini minat tanam mulai merambah ke wilayah lain di selatan Karawang.

“Keunggulan dari kedelai ini memiliki umur lebih pendek dan usia panen lebih cepat dan juga memiliki Kandungan protein lebih tinggi. Bahkan usia kedelai biasa bisa mencapai usia panen sekitar 76 hari, akan tetapi jika varietas kedelai NS hanya mencapai 60 hari,” ungkapnya.

Sementara Oman (54) petani asal Rawa Sadang, Desa Ciptasari, Kecamaatan Pangkalan, mengatakan ada beberapa kiat yang harus dilakukan petani agar tanaman kedelai jenis NS yang ditanam pada musim kemarau, bisa tumbuh dan bertahan hingga panen. Salah satunya memanfaatkan jerami sisa panen yang berfungsi menjaga kelembaban tanah, untuk disebarkan di atas benih kedelai.

Selain itu, tambah dia, penanaman benih kedelai di tengah bonggol tanaman padi yang baru dipanen juga menjadi faktor tanaman kedelai bisa tumbuh saat musim kemarau. “Kelembaban yang ada di bonggol dan akar padi ini bila dipertahankan kelembabannya dengan menyebarkan jerami diatasnya akan cukup memadai untuk pertumbuhan kedelai sampai panen,” katanya.

Untuk harganya kedelai NS saat ini dihargai Rp 20.000/kg. Jika ditanam diatas tanah seluas satu hektare maka petani bisa mendapatkan keuntungan hingga Rp 80.000.000. Jika dikalkulasikan dengan biaya produksi maka laba bersihnya bisa mencapai Rp 30.000.000. (yfn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here