Tiga Desa Kekeringan

KEKERINGAN: Warga Kutamaneuh dapat bantuan air bersih.

TEGALWARU, RAKA – Setiap kemarau Desa Kutalanggeng, Kecamatan Tegalwaru, menjadi langganan kekeringan, tapi tahun ini tidak separah sebelumnya. Meski begitu masalah kekeringan di desa tersebut belum teratasi. Buktinya masih ada yang membeli air untuk kebutuhan sehari-hari. Selain Desa Kutalanggeng, Desa Kertasari dan Mulangsari juga mengalami hal yang sama.

Misalnya dirasakan oleh Kepala Desa Kutalanggeng Yati Nurlitasari, dia mengaku setiap bulannya harus membeli air bersih untuk kebutuhan sehari-hari seperti mandi dan mencuci, lantaran air sumur miliknya berwarna kuning. “Pokoknya ibu setiap bulan beli air yang lima ribu liter itu Rp500 ribu,” jelasnya, kepada Radar Karawang, Rabu (15/9).

Lebih lanjut, kata Yati, saat musim kemarau biasanya banyak warga yang mandi di sungai, bahkan dia juga pernah mengalaminya. Oleh karenanya setiap tahun sering ada bantuan air untuk warga Kutalanggeng. Yati meminta pemerintah daerah supaya segera mengatasi permasalahan yang sudah lama terjadi di desanya. “Harusnya dibuat penampungan air semacam banker, jadi nanti pas musim kemarau tidak kesulitan lagi mendapatkan air,” imbuhnya.

Yati melihat, sampai sekarang ini saat terjadi kekeringan upaya yang dilakukan pemerintah daerah hanya sebatas mengirimkan air bersih, padahal dia berharap pemerintah untuk mencarikan solusi yang lebih berdampak lama dirasakan oleh masyarakat seperti membuat penampung air. “Bulan tujuh kemarin banyak yang beli air bersih, waktu itu gak ada bantuan dari BPBD,” terangnya.
Dua kecamatan yang ada di Kabupaten Karawang saat ini mengalami kekeringan. Hal ini menyebabkan masyarakat sulit memperoleh air bersih. Masyarakat akhirnya memperoleh bantuan air bersih dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) Kabupaten Karawang.

Sebelum pendistribusian air bersih, pihak ACT telah berkoordinasi dengan Danramil.
“Nah kemarin saya sudah ngomong sama pak Danramil dan mendatangi kantor Koramil Pangkalan, semua babinsa tidak dapat mendampingi dikarenakan sedang menjaga pengamanan kedatangan Presiden Republik Indonesia,” ujar Yogi Sumartin, Kepala Bidang Program masyarakat relawan Indonesia.

Kegiatan pembagian air bersih sudah dilaksanakan sejak Selasa (14/9). Ada beberapa desa yang memperoleh bantuan. Pertama yakni Desa Mulangsari. Kedua Desa Kutalanggeng. Ada pula Desa Kertasari. Satu hari sebanyak sepuluh ribu liter air dibagikan. “Satu hari itu kita mendistribusikan 10 ribu liter jadi total dalam dua hari ada 20 ribu liter air,” tambahnya.

Teknik pembagian air yakni dilakukan dengan cara bergelombang berdasarkan RT masing-masing. Masyarakat hanya meletakkan dirigen air. Kemudian setelah penuh akan dipanggil kembali. “Karena masih pandemi covid jadi sistemnya bergelombang jadi kami mendatangi per RT dan itu pun masyarakat tidak langsung berkerumun,” pungkas Adi Setiawan yang akrab disapa Ceu Kokoy, anggota Lembaga Perlindungan Masyarakat. Sementara Kepala BPBD Karawang Yasin Nasruddin belum menjawab saat dikonfirmasi lebih lanjut mengenai masalah kekeringan di sejumlah tempat yang masih terjadi. (mra/nad)