Warga Karangligar Ngungsi ke Masjid

KIRIM KASUR: Warga yang mengungsi di masjid diberikan kasur untuk alas tidur. Ada sekitar 10 kepala keluarga yang mengungsi di masjid yang aman dari banjir.

Ketinggian Air Capai 80 Sentimeter

TELUKJAMBE BARAT, RAKA – Hujan yang tidak berhenti dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan air Cibeet mulai naik. Hal ini menimbulkan efek yang tidak baik bagi masyarakat yang tinggal di Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat. Masyarakat desa tersebut terdampak banjir sejak Sabtu (11/12) pukul 19.00.

Tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) bersama kepala seksi perlindungan korban bencana mendatangi masyarakat terdampak di Desa Karangligar. “Kalau untuk kondisi air mulai jam 19.00 udah mulai naik ke pemukiman. Jadi kita semalem dapat informasi Karangligar banjir dan langsung bergerak ke lokasi,” ujar Yanuaris, ketua Tagana Karawang, Minggu (12/12).

Saat mendatangi masyarakat, tim pun membawa alas tidur yang dibutuhkan. Ketinggian air sedalam 70 hingga 80 sentimeter. Sekitar sepuluh kepala keluarga mengungsi ke salah satu masjid yang berada di lokasi kejadian. “Paling dalam itu tujuh puluh sampai delapan puluh sentimeter ketinggian air. Sampai saat ini untuk Karangligar masih terendam,” ungkapnya.

Tagana sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk mulai mengungsi. Hal ini karena debit air Sungai Citarum sudah mulai memasuki siaga tiga. Sebagian besar masyarakat masih tetap memilih untuk bertahan di dalam rumah masing-masing. “Untuk debit air Citarum info terakhir sudah masuk ke siaga tiga. Kita sudah sosialisasi kepada warga harus siap-siap dari sekarang untuk mencari tempat mengungsi. Mudah-mudahan debit air mengalami penurunan dan cuaca tidak hujan,” pungkasnya. (nad)