
Ngomongin soal film klasik Tiongkok yang punya sejarah panjang, kita nggak boleh melewatkan The Early Spring (judul asli: Zǎochūn èryuè). Film rilisan tahun 1963 ini merupakan karya sutradara Xie Tieli yang diproduksi oleh Beijing Film Studio. Ceritanya sendiri diangkat dari novella berjudul February karya penulis Rou Shi.
Film ini membawa kita kembali ke suasana Tiongkok tahun 1920-an. Tokoh utamanya adalah Xiao Jianqiu, seorang intelektual muda yang diperankan oleh Sun Daolin. Xiao Jianqiu datang ke sebuah kota kecil untuk mengajar di sekolah dasar. Di sana, dia bertemu dengan dua sosok perempuan yang mengubah hidupnya: Widow Wen (diperankan oleh Shangguan Yunzhu) dan Tao Lan (diperankan oleh Xie Fang).
Plotnya makin seru saat Xiao Jianqiu mencoba membantu Widow Wen, seorang janda miskin yang hidupnya penuh penderitaan. Niat baik Xiao Jianqiu ini ternyata malah memicu gosip miring dari masyarakat sekitar yang konservatif. Di sisi lain, ada Tao Lan, adik dari kepala sekolah tempat Xiao mengajar, yang punya perasaan khusus padanya. Konflik batin Xiao Jianqiu antara keinginan membantu sesama dan tekanan sosial digambarkan dengan sangat apik. Pada akhirnya, Xiao Jianqiu memutuskan untuk meninggalkan kota tersebut dan bergabung dalam gerakan revolusi.
Menariknya, perjalanan film ini di dunia nyata juga penuh drama. Saat awal perilisannya, The Early Spring sempat dikritik habis-habisan selama masa Revolusi Kebudayaan karena dianggap terlalu “borjuis”. Namun, seiring berjalannya waktu, film ini justru diakui sebagai salah satu mahakarya terbaik dalam sejarah perfilman Tiongkok karena kedalaman emosi dan kualitas visualnya.
Selain kisah klasik tersebut, ada juga cerita tentang seorang wanita yang bernama Shang Zhi Tao yang berasal dari Harbin. Ia melamar pekerjaan di Beijing sebuah biro iklan ternama. Di sana Tao harus berhadapan dengan bosnya Luan Nian yang sok acuh, dingin dan pekerja keras.
Drama cinta antara atasan dan bawahan ini sudah menarik dari awal cerita. Sang Bos yang sudah mencintai Tao terus menekannya dengan beban pekerjaan yang berat, tetapi diam-diam terus membantu tambatan hatinya bila mengalami kesulitan. Luan Nian sang bos ini kalau cemburu bikin masalah, kalau rindu jual mahal dan selalu mengamati sang kekasih diam-diam.
Cinta keduanya berakhir dengan happy ending ketika Luan Nian berhasil melamar Shang Zhitao yang dengan sengaja bertemu dengan orang tua Zhitao ketika ia sedang berada di rumah kekasihnya. Keberanian Luan Nian untuk bersedia menikahi Zhitao kapan saja akhirnya meluluhkan hati kekasihnya dan menerima lamarannya.



