Tembus Pasar Korporasi, Inilah Sentra Produksi Topi di Desa Cijunti Purwakarta

PURWAKARTA, RAKA – Desa Cijunti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, kini berkembang menjadi sentra produksi topi di Kabupaten Purwakarta. Di wilayah ini, terdapat puluhan pengrajin topi yang hingga kini masih aktif memproduksi berbagai jenis topi untuk kebutuhan industri, instansi, hingga lembaga pendidikan.
Salah seorang pengrajin topi, Agus Susanto, menceritakan awal mula terbentuknya sentra topi di Desa Cijunti. Menurutnya, sentra tersebut berawal dari kehadiran seorang perajin topi asal Bandung yang menetap di wilayah tersebut dan mengajarkan keterampilan membuat topi kepada warga setempat.
Agus menjelaskan, dari pengetahuan yang dibagikan tersebut, sejumlah warga kemudian mengikuti jejaknya dengan membuka usaha topi secara mandiri.
“Awalnya hanya ada tiga orang perajin, lalu bertambah terus hingga sekarang sudah lebih dari 20 perajin,” ujar Agus.
Ia mengungkapkan, dirinya telah menekuni usaha sebagai perajin topi sejak tahun 2010. Produk topi yang dihasilkan sebagian besar ditujukan untuk kalangan karyawan pabrik dan sektor industri, baik swasta maupun pemerintahan.
Secara langsung, Agus menyebutkan bahwa sejumlah korporasi dan instansi pernah memesan topi hasil produksinya.
“Beberapa instansi yang pernah memesan di antaranya Bank Mandiri, Bank BNI, Bank BRI, Polri, partai politik, serta sekolah tingkat SMP dan SMA,” katanya.
Agus menambahkan, harga topi yang diproduksi cukup ramah di kantong, dengan tetap menyesuaikan tingkat kerumitan desain, logo, dan tulisan yang dipesan oleh konsumen.
Sementara itu, Kepala Desa Cijunti, Rohata Hardiana, menyampaikan bahwa berkembangnya Desa Cijunti sebagai sentra topi merupakan potensi ekonomi lokal yang perlu terus dikembangkan dan didukung bersama.
Ia mengatakan, keberadaan puluhan pengrajin topi telah memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat desa, khususnya dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan warga.
“Kami mendukung penuh para pengrajin topi di Desa Cijunti karena ini menjadi salah satu potensi unggulan desa yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat,” ujar Rohata.
Rohata menegaskan bahwa pemerintah desa berkomitmen untuk terus mendorong pengembangan sentra topi melalui pembinaan, pendampingan, serta membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak.
Ia berharap sentra topi Desa Cijunti ke depan dapat semakin berkembang, dikenal lebih luas, dan menjadi salah satu ikon produk unggulan Kabupaten Purwakarta. (yat)



