Purwakarta
Trending

Wacana Angkot Khusus Pelajar

Siswa Tinggal Duduk Manis

PURWAKARTA, RAKA – Rencana Pemerintah Kabupaten Purwakarta menghadirkan layanan angkutan kota (angkot) gratis bagi pelajar mulai 2026 mendapat sambutan positif dari kalangan siswa.

Program yang digagas Dinas Perhubungan (Dishub) itu dinilai dapat menjadi solusi atas keterbatasan transportasi sekolah sekaligus menekan penggunaan kendaraan pribadi oleh pelajar.

Dishub Purwakarta tengah menyiapkan skema kerja sama dengan para pengelola angkot. Nantinya, angkot akan disewa khusus pada jam berangkat dan pulang sekolah, sehingga pelajar dapat memanfaatkannya tanpa dipungut biaya.

“Kami sudah mengajukan anggarannya. Konsepnya, angkot disewa pada jam sekolah dan pelajar bisa naik gratis,” ujar eks Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Purwakarta, Deni Dermawan, belum lama ini.

Menurut Deni, program tersebut tidak hanya bertujuan mempermudah mobilitas pelajar, tetapi juga menjadi bentuk insentif bagi sopir dan pemilik angkot yang selama ini terdampak penurunan jumlah penumpang akibat maraknya angkutan daring.

“Ini sekaligus menjalankan instruksi Gubernur Jawa Barat agar pelajar tidak membawa kendaraan sendiri ke sekolah, sambil tetap memperhatikan kesejahteraan sopir angkot,” katanya.

Ia menambahkan, skema serupa telah diterapkan di sejumlah daerah lain, seperti di Jawa Tengah. Kebijakan ini pun sejalan dengan instruksi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang melarang pelajar membawa sepeda motor ke sekolah.

Di Purwakarta, larangan tersebut juga diperkuat melalui Surat Edaran Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta Nomor 000.4.8/1337-Dikdas/2025. Namun, selama ini implementasinya dinilai belum optimal karena minimnya dukungan transportasi umum yang ramah pelajar.

Rencana angkot gratis pun disambut antusias oleh siswa. Salah seorang pelajar SMA di Purwakarta, Raka yang mengaku program ini sangat membantu jika terealisasikan, terutama bagi siswa yang rumahnya jauh dari sekolah.

“Kalau benar-benar gratis dan rutin, kami jadi lebih aman dan tidak perlu bawa motor sendiri. Orang tua juga pasti lebih tenang,” ujarnya.

Ia berharap layanan angkot sekolah nanti memiliki jadwal yang jelas dan armada yang layak.
Senada, pelajar lainnya, Siti, menilai kebijakan tersebut bisa menumbuhkan kebiasaan menggunakan angkutan umum sejak dini. “Ini bagus buat kami dan juga buat sopir angkot. Semoga segera terealisasi,” katanya. (yat)

ANGKOT: Sejumlah angkot tampak sedang menunggu penumpang di Terminal Purwakarta. Pemerintah akan memanfaatkan angkot untuk trasportasi sekolah.

Related Articles

Back to top button