HEADLINE
Trending

Touring dari Kemenag ke Pesantren

KARAWANG, RAKA- Pengurus Cabang Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (PC APRI) Kabupaten Karawang menggelar kegiatan touring ke salah satu pesantren di Kecamatan Tirtamulya dan bakti sosial dalam rangka memperingati Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama ke-80.

‎‎Ketua PC APRI Kabupaten Karawang, Hamid Dulmajid mengatakan, bahwa APRI merupakan organisasi profesi penghulu di bawah Kementerian Agama. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Amal Bakti Kementerian Agama yang ke-80. ‎

“Pada hari ini PC APRI Kabupaten Karawang menggelar kegiatan touring sekaligus Kemenag Berdampak. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Hari Amal Bakti Kementerian Agama ke-80,” katanya, Rabu (17/12).

‎‎Ia menjelaskan, kegiatan tersebut diisi dengan berbagai aksi sosial, seperti santunan, program ekologi, serta wakaf Alquran. Menurutnya, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

‎“Harapan besar kami, kegiatan ini bukan hanya dilaksanakan tahun ini saja, tetapi dapat berkelanjutan. Kami ingin Kementerian Agama benar-benar berdampak dan terasa oleh masyarakat. Mudah-mudahan melalui kegiatan ekologi, santunan, dan wakaf Alquran ini bisa dirasakan manfaatnya,” paparnya.

‎‎Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karawang H. Sopian, menyampaikan apresiasi atas inisiatif PC APRI dalam menyemarakkan Hari Amal Bakti Kementerian Agama.

‎“Atas nama Kementerian Agama, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Hari Amal Bakti Kementerian Agama, namun diinisiasi oleh APRI sebagai organisasi di lingkungan Kementerian Agama,” ujarnya.

‎‎Menurutnya, selain APRI, organisasi lain di lingkungan Kementerian Agama seperti penyuluh, IPARI, dan KKM juga turut menyelenggarakan kegiatan masing-masing. Namun, kegiatan yang dilakukan APRI dinilai memiliki keunikan karena tidak hanya sekadar touring, tetapi juga menghadirkan program yang berdampak bagi masyarakat dan lingkungan.

‎“Touring ini bukan hanya jalan-jalan, tetapi ada program Kemenag Berdampak, seperti bakti sosial, ekologi dan penanaman. Ini bagian dari upaya melindungi dan melestarikan alam, terutama di musim banjir seperti sekarang. Kerusakan lingkungan terjadi karena ulah manusia, maka kita jaga bersama melalui program ini,” ujarnya.

‎‎H. Sopian juga menegaskan, bahwa kegiatan tersebut dapat terlaksana meski tanpa anggaran khusus dari Kementerian Agama, karena adanya kolaborasi dan inisiatif dari berbagai pihak.

‎“Anggaran sebetulnya tidak ada, tetapi kegiatan ini bisa terlaksana secara efektif dan efisien. Kami menggandeng Baznas dan lembaga amil zakat. Jadi meskipun tanpa anggaran, kegiatan tetap berjalan dengan baik,” tutupnya. (zal)

Related Articles

Back to top button