Bulu Ayam Bertaburan di Sungai Cicaban
TEGALWARU, RAKA – Sungguh keterlaluan, Sungai Cicaban di Kampung Cikelak, Desa Cintalanggeng, Kecamatan Tegalwaru dijadikan tempat buang limbah ayam potong yang dikemas dalam karung. Akibatnya dari sekitar lokasi menebar bau busuk hingga radius puluhan meter.
Selain bulu-bulu ayam dari dalam karung juga terlihat sisa-sisa daging dan bagian dalam ayam yang tidak laku dijual dan sudah busuk. “Saya sesalkan orang yang tidak bertanggung jawab buang sampah bulu ayam dan jeroan ayam ke sungai Cicaban. Bau luar biasa kalau melintas di lokasi, Tapi saya sudah laporkan itu ke kepala desa yang baru,” ucap Agus (34) warga Kampung Cikelak, Rabu (1/9).
Kades Cintalanggeng melalui Sekdes Jamaludin mengatakan sampah bulu ayam itu disoal warga terutama petani. Dirinya pun sempat berdiskusi dengan aparatur desa agar melakukan pemantauan. “Sumber kami menyebutkan limbah itu berasal dari Pasar Loji. Tapi kami belum ada bukti sehingga belum bisa melakukan tindakan. Kami berharap tim pemantau kami bisa segera membuktikannya,” tandas Jamaludin.
Dikatakan Sekdes bahkan camat Tegalwaru pun sudah menegur kadesnya agar menindaklanjuti kasus bulu ayam dan jeroan ayam yang dibuang ke Sungai Cicaban itu. Sementara Camat Tegalwaru Mahfudin menandaskan akan menindak tegas warga yang buang sampah ke sungai. Terlebih sampah itu mencemarkan lingkungan. “Kita tidak bisa mentolelir ini karena ini sudah pencemaran lingkungan. Harus ada tindakan tegas,” tandas camat.
Untuk itu camat memerintahkan Kasi Trantib Kecamatan Tegalwaru melakukan penyelidikan agar secepatnya menemukan dan menangkap orang yang buang belakasan karung bulu ayam dan jeroan itu ke sungai Cicaban. Bila perlu, tegas Mahfudin, diteruskan kepada pihak kepolisian agar ada efek jera bagi yang buang sampah ke sungai. (yfn)