Uncategorized

Diharapkan Jadi Pangkal Perjuangan Pendidikan Non Formal

RENGASDENGKLOK, RAKA – Sebanyak 60 peserta belajar Pusat Kesetaraan Belajar Masyarakat (PKBM) Assolahiyah di Dusun Cilempung, Desa Pasirjaya, Kecamatan Cilamaya Kulon kunjungi situs-situs bersejarah yang berada di pesisir utara Karawang. Tujuannya, untuk mengetahui wisata sejarah dan kebudayaan di Kabupaten Karawang.

Direktur PKBM Assholahiyah Heru Saleh mengatakan warga belajar kesetaraan diajak ke beberapa situs sejarah di pesisir utara Karawang. Mulai dari Tugu Kebulatan Tekad dan Rumah Sejarah yang berada di Kecamatan Rengasdengklok, hingga ke Candi Jiwa Kecamatan Batujaya. “Mengenalkan sejarah kemerdekaan Republik Indonesia, di samping itu untuk mengenalkan wisata sejarah yang ada di Kabupaten Karawang kepada siswa, itu yang jadi tujuan karya wisata ini,” ucapnya, Selasa (18/12).

Setelah kegiatan karya wisata PKBM Assolahiyah ini selesai, lanjut Heru, bukan hanya selfi-selfi ria, namun ada pengalaman dan ilmu baru yang bisa di dapat. Khususnya, mempertahankan sejarah dan budaya di Karawang ini agar tetap lestari. “Sudah seharusnya kita mengenal sejarah Indonesia, jangan sampai justru negara lain lah yang mengambil sejarah kita,” tegasnya.

Ia juga berharap, warga belajarnya dapat menanamkan sikap patriotisme ke dalam dirinya masing-masing. Apalagi setelah mengetahui isi sejarahnya yang dijelaskan pengelola tugu kebulatan tekad, meskipun secara singkat. “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya. Salah satunya dengan cara mengingat, menghargai, dan belajar dari tokoh bangsa di masa lalu,” ucapnya, seraya menambahkan, Karawang ke depan harus menjadi pangkal perjuangan pendidikan non formal.

Di tempat yang sama, pengelola tugu kebulatan tekad, Idris mengaku senang dengan adanya pengunjung yang ingin menambah dan pengalamannya, khususnya siswa yang ingin mengetahui tentang sejarah tugu kebulatan tekad ini. Karena, sejarah akan terus di ukir ditangan mereka ke depannya. “Saya senang kalau banyak siswa yang ingin tahu tentang sejarah ini,” pungkasnya. (rok)

Related Articles

Back to top button