Dishub Disindir Tertibkan Angkutan Liar
TELUKJAMBE BARAT, RAKA – Angkutan karyawan plat hitam dan bus-bus luar kota seenaknya memarkir kendaraannya dipinggir jalan Interchange Karawang Barat. Padahal kondisi itu membahayakan kendaraan dari arah Perumnas Telukjambe yang akan berputar di Bunderan Karawang Barat. “Banyak yang mengeluhkan bus dan angkutan karyawan plat hitam yang ngetem di pinggir jalan sebelum bunderan Karawang Barat. Jalan itu kan peruntukannya lajur lambat. Makanya kalau kendaraan yang keluar perumnas jika langsung bisa saja menabrak kendaraan-kendaraan yang ngetem itu,” ucap sopir minibus asal Desa Wadas Dani Triatmojo (34), Kamis (24/1).
Berdasarkan pantauan kendaraan-kendaraan yang ngetem lebih banyak sejenis minibus selain bus-bus Antar Kota Antar Propinsi (AKAP). Kendaraan-kendaran itu biasanya ngetem di pinggir siang hari sambil menunggu penumpang. Kita di wawancarai sejumlah sopir enggan memberikan komentar. Padahal, akhir mereka memarkir kendaraannya memanjang di pingir jalan sebelum bunderan praktis membuat lalulintas tersendat disamping rawan kecelakaan. Rustam (39) pengendara motor yang kebetulan menepi di pinggir jalan mengatakan mestinya Dinas Perhubungan melakukan penertiban terhadap kendaraan-kendaraan itu. Apalagi hampir rata-rata kendaraan itu kendaraan pribadi yang ngompreng mencari penumpang. “Itu mobil pribadi, mereka menunggu penumpang yang pulang dari arah Jakarta dan Bekasi, makanya ngetem disitu. Harusnya mereka itu ditertibkan karena mengganggu lalulintas dan membahayakan kendaraan lain,” ucapnya.
Mobil-mobil itu juga, terang Rustam membawa karyawan dari kawasan Industri Karawang. “Mereka memang cuma sampai pukul 19.00 malam saja,” katanya. Semengara Ajat (40) sopir minibus yang juga warga Kampung Kalipandan, Desa Sukaluyu mengatakan seharusnya kendaraan itu jangan menepi dilajur lambat karena bisa mencelakakan karena kendaraan dari arah perumnas akan langsung masuk ke lajur cepat. (yfn)