Dokter Puskesmas Sukatani Corona

TES SWAB : Tes swab dilakukan kepada para tenaga medis untuk mengetahui mereka terpapar virus corona atau tidak. Sebelumnya, salah satu dokter di Puskesmas Sukatani positif corona.
CILAMAYA WETAN, RAKA – Setelah menjalani PCR di RSUD Karawang, salah satu dokter di Puskesmas Sukatani, Kecamatan Cilamaya Wetan, dinyatakan positif Covid-19, Rabu (12/8).
“Betul, beliau positif Covid-19, kita secepatnya melakukan pressing terhadap pihak yang kontak erat dengan beliau,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 dr Fitra Hergyana.
Kepala Puskesmas Sukatani H Bayo Sukarya membenarkan hal tersebut. Adapun tindak lanjut setelah salah satu dokter Puskesmas Sukatani positif Covid-19 antara lain, pihaknya melakukan tracing terhadap pegawai puskesmas yang kontak erat dengan yang bersangkutan, kemudian dilakukan tes swab terhadap seluruh pegawai Puskesmas Sukatani, termasuk petugas jaga dan kebersihan.
Untuk kegiatan luar gedung, seperti pelaksanaan BIAS, untuk sementara ditunda hingga waktu yang belum bisa ditentukan, sesuai dengan arahan Dinas Kesehatan dan setelah para perawat puskesmas memiliki hasil tes. “Sementara rencana untuk menutup layanan Puskesmas menunggu seluruh pegawai Puskesmas diswab atau rekomendasi Dinkes,” terangnya.
Ketua PGRI Cilamaya Wetan Fatimah mengatakan, pasca ditetapkan positif Covid-19 terhadap dokter Puskesmas Sukatani, ia langsung menginstruksikan semua sekolah dasar di desa tersebut tidak boleh ada aktivitas apapun, baik PJJ maupun aktivitas guru dan kepsek, di rumah maupun sekolah.
Bahkan, rencana imunisasi BIAS pertengahan Agustus ini, secara tegas pihaknya menolak pelayanan oleh semua perawat dan tenaga kesehatan dari Puskesmas Sukatani sebelum dipastikan kesehatannya. “Saya khawatir adanya program BIAS SD yang petugasnya para perawat di Puskesmas Sukatani,” katanya. (rok)