Dosen Unsika Bersama Kelompok KKN Melatih Warga Ciparagejaya

Sebanyak 14 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata kelompok 184 Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) yang didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Ing. Wilma Nurrul Adzillah, M.T., melaksanakan kegiatan pelatihan bagi warga desa Ciparagejaya. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari kegiatan penelitian yang dilakukan oleh DPL, yang merupakan koordinator Program Studi Teknik Lingkungan Unsika. Tema yang diusung pada tanggal 21 November 2021 lalu adalah “Workshop Pemanfaatan Garam Menjadi Produk Olahan Guna Meningkatkan Nilai Ekonomis di Desa Ciparagejaya”. Pelatihan yang dipimpin oleh narasumber bapak Fazriyan Wardani Adhitya, S.T, M.S.E. dengan target peserta acara pelatihan adalah sebanyak 25 peserta, berjalan dengan lancar mulai pukul 09.00-12.00 WIB di Kantor Desa Ciparagejaya.

            Kegiatan tersebut tak luput dari perizinan Kepala Desa setempat, Bapak Kabun. Kepala Desa menyambut baik kegiatan dari kelompok KKN 184 Unsika, “Mudah-mudahan pelaksanaan kegiatan ini berdampak posistif bagi petani garam maupun kelompok ibu-ibu PKK di Desa CIparagejaya” tutur Kades Ketika memberikan sambutan. Selama ini petani garam hanya menjual produknya pada pengolah ikan asin, dan dijual sebagian kecil ke pasaran di sekitar Desa Ciparagejaya.

            Pernyataan tersebut diperkuat oleh Bapak H. Aep selaku pimpinan di Gudang Garam Nasional (GGN) Cilamaya, ketika DPL dan mahasiswa berkunjung dan melakukan diskusi seputar produksi garam dan pemanfaatannya pada tanggal 30 Oktober 2021. “Petani garam yang berasal dari rakyat kecil sangat sulit bersaing dengan produk garam lain, seyogyanya pihak akademisi memberikan solusi agar petani garam tersebut dapat bangkit dengan diberikan alternatif lain untuk pemasaran produk garamnya” sebut H. Aep pada saat diskusi di dalam pabrik GGN.

Materi dari pelatihan/workshop meliputi pemanfaatan garam menjadi produk olahan guna meningkatkan nilai ekonomis dari garam itu sendiri. Agar garam yang dijual, tidak hanya produk mentah saja. Ada tiga materi yang dibawakan oleh narasumber, yaitu sabun cuci piring dari garam, uyah ungah, dan digital marketing

            Dari acara pelatihan tersebut, diharapkan masyarakat desa Ciparagejaya dibekali keahlian dalam membuat produk olahan dari garam yang dapat meningkatkan nilai jual dari garam itu sendiri. Selain membentuk keahlian dalam pengolahan garam, diharapkan juga masyarakat dapat membentuk kelompok UMKM yang produk penjualannya merupakan hasil olahan garam. Sehingga diharapkan dapat membantu meningkatkan perekonomian desa Ciparagejaya.

            “Kami selaku mahasiswa Kuliah Kerja Nyata kelompok 184 tahun 2021 menyatakan untuk siap membina dan membantu UMKM yang terbentuk dalam membentuk brand, pemasaran, serta penjualannya. Hal ini kami lakukan sebagai implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang salah satunya adalah pengabdian” merupakan pernyataan dari Tubagus selaku koordinator mahasiswa KKN. (rls)