Penutupan Drainase Buat Warga Pucung Gerah
KOTABARU, RAKA – Keberadaan Perumahan Puri 2 mulai meresahkan sejumlah warga Karangsalam, Desa Pucung. Pasalnya, perumahan tersebut akan merubah saluran air yang dinilai warga akan berdampak negatif. Diantaranya banjir.
Sahrul S (33) warga Karangsalam RT03/RW05 keberatan jika drainase yang saat ini sudah ada, akan dirubah dan ditutup menggunakan boks cover seperti keinginan developer. “Sebenarnya keinginan warga itu pakai aja yang ada. Jangan dirubah pake boks cover. Kalau ditutup nanti ada penumpukan sampah di dalam. Kemudian dikhawatirkan banjir karena tidak akan bisa menahan debit air,” paparnya kepada Radar Karawang, kemarin.
Warga lain, Ahmad Heriyanto (48) mengatakan, selain permasalahan drainase, dia juga selaku warga tidak pernah memberikan persetujuan berupa tanda tangan.
“Saya tidak pernah tanda tangan persetujuan. Ada juga waktu itu tanda tangan persetujuan bukan untuk yang sekarang. Tapi yang disebelahnya yang nggak jadi,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan, warga sudah melayangkan surat penolakan kepada pengembang. Jika pengembang tidak mengindahkan, warga akan melayangkan surat pencabutan izin. “Sebenarnya silahkan saja jalan digunakan untuk perumahan, tapi jangan dirubah drainasenya. Karena itu bukan milik pengembang,” ujarnya.
Roni Usman yang juga masyarakat Karangsalam mengatakan, lokasi perumahan juga bergeser karena saat hendak membangun, tempat awal sudah diplot oleh perumahan lain. “Waktu itu memang bukan di sana tapi di sebelahnya. Karena pas diurusin izinnya ternyata sudah diplot oleh perumahan lain. Jadi pembebasan lagi di sebelahnya,” ujarnya.
Acep Suyatna, anggota DPRD Karawang menyampaikan, fasilitas umum yang menjadi kewajiban pengembang harus dilaksanakan. “Pemerintah daerah tidak wajib membantu pengembang, tapi pengembang yang harus mengikuti peraturan pemerintah daerah,” kata Acep.
Sementara, Kepala Desa Pucung Euis Kuraesin mengatakan, permasalahan tersebut hanya perbedaan pendapat antara pengembang dengan masyarakat sekitar. “Masalahnya drainase, warga inginnya tetap seperti sekarang. Sementara pengembang ingin agar saluran air itu ditutup pake boks cover agar jalan lebih luas,” katanya.
Ia juga mengatakan, akan memperjuangkan keinginan masyarakat agar bisa bertemu langsung dengan pengembang. “Tadi saya sudah tanda tangani surat pernyataan bahwa warga akan melakukan pertemuan langsung dengan pihak pengembang,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pengembang Perumahan Puri 2 belum berhasil ditemui. Didatangi ke lokasi perumahan, yang dimaksud tidak ada.(cr2)