GAYA HIDUP
Trending

Lansia Kena Gangguan Pendengaran, Ini Sebabnya

RadarKarawang.id – Biasanya memasuki usia lansia mulai terkena gangguan pendengaran. Ini adalah sebabnya, baca baik-baik.

Bertambahnya usia sering disertai perubahan dan penurunan fungsi tubuh, salah satunya indera pendengaran.

Dalam istilah medis, penurunan pendengaran pada usia lanjut disebut presbikusis. Kondisi ini tidak mengancam nyawa, tapi bisa memengaruhi kualitas hidup pengidapnya.

Presbikusis terjadi secara perlahan seiring pertambahan usia. Ditandai dengan berbagai perubahan pada indera pendengaran, seperti perubahan struktur telinga dalam, perubahan peredaran darah ke telinga,

gangguan saraf pada sistem pendengaran, dan kerusakan pada rambut getar di telinga. Setiap gejala dari gangguan pendengaran ini umumnya terjadi di kedua telinga.

Presbikusis diawali dengan penurunan kemampuan mendengar suara bernada tinggi. Gejala ini berkembang dan membuat pengidap presbikusis sulit mendengar dalam kebisingan,

sulit membedakan suara “s” dan “th”, dan telinga berdenging. Kamu dicurigai mengalami penurunan pendengaran jika menyetel suara televisi lebih kencang dari biasanya,

sulit memahami percakapan di telepon, dan meminta orang lain mengulang perkataannya.

Baca juga: Kejari Sumbang PNBP Rp 13 Miliar

Presbikusis akan terus memburuk seiring berjalannya waktu. Itu sebabnya penurunan pendengaran akibat faktor usia tidak bisa disembuhkan.

Jika pendengaran hilang, kondisi ini bisa terjadi permanen. Itu sebabnya kamu perlu diskusi pada dokter saat mengalami gejala penurunan pendengaran.

Dokter menyarankan alat bantu dengar atau dalam kasus parah, meminta kamu mempelajari bahasa isyarat dan membaca gerak bibir untuk membantu kelancaran berkomunikasi.

Jika kamu didiagnosa mengidap presbikusis, cobalah untuk batasi paparan suara bising dari sumber manapun, termasuk earphone, speaker, petasan, kendaraan, dan lainnya.

Waktu mendengarkan musik pakai earphone yang direkomendasikan tidak lebih dari delapan jam dengan volume suara maksimal 60 persen.

Misalnya pakai sumbat telinga saat berada di lingkungan bising. Situasi ini rentan dialami pekerja pabrik atau industri berat, pekerja transportasi,

pekerja konstruksi, penambang, dan pekerja lainnya. Jika tidak memungkinkan, beri jarak atau jauhi sumber suara bising.

Untuk memastikan presbikusis tidak memburuk dan mengecek gangguan pendengaran lain yang mungkin terjadi.

Tonton Juga: Gak Nyangka Inilah Pemilik Dufan

Gunakan momen untuk membicarakan keluhan pada telinga dan tanya dokter tentang cara merawat kesehatan telinga yang benar.

Bagi pengidap diabetes, disarankan untuk membatasi konsumsi gula dan rutin memantau kadar gula darah. Pasalnya kadar gula darah yang tinggi bisa membuat presbikusis yang diidap memburuk. (psn)

Related Articles

Back to top button