Uncategorized

Rehab Gedung SDN Jayamakmur 1 Misterius

JAYAKERTA, RAKA – Pihak Sekolah Dasar Negeri (SDN) Jayamakmur 1 mempertanyakan gedung sekolahnya yang direhab melalui pihak ketiga, karena tak diketahui pihak sekolah. Bahkan dinilai tak ada izin. Pasalnya, pekerjaan rehab dua ruang kelas di SDN Jayamakmur 1 tersebut terkesan dipaksakan.

Dikatakan guru di sekolah itu, Dedi, pihak sekolah tidak mengetahui asal dan jumlah anggaran rehab yang diperuntukan SDN Jayamakmur 1. Pemborong yang datang hanya memberitahukan, kalau mereka akan melakukan rehab. “Tapi kami tak tahu mana yang harus direhab. Intinya tidak ada komunikasi dari pihak pemborong sebelumnya,” ucap Dedi kepada Radar Karawang, Selasa (6/11).

Selanjutnya, pihak sekolah sempat menahan pemborong yang akan melakukan pembongkaran, namun berselang satu hari, tanpa ragu para pekerja membongkar atap dua ruang kelas di SDN Jayamakmur 1, tepat pada tanggal 15 Oktober lalu. “Tidak ada sama sekali papan keterangan pekerjaan, dan pernah di tinggalkan pekerja tanpa ada aktifitas sama sekali dan baru hari ini kembali dikerjakan,” ungkapnya.

Kepala SDN Jayamakmur 1, Komala mengatakan, setelah di lakukan pembongkaran atap sekolah oleh pihak pemborong, dirinya malah di buat pusing. Mengingat, pemborong malah meninggalkan pekerjaannya berhari-hari. “Sekarang ini sudah mulai musim hujan, dan bila hujan turun selain air masuk ke dalam ruang kelas, air hujan juga membanjiri ruang guru yang tepat berada disamping ruang kelas tersebut,” ujarnya.

Dirinya mengkhawatirkan bila rehab gedung ini tidak selesai dalam waktu 40 hari sesuai janji dari pemborong. Siswa yang berjumlah 163 orang akan terganggu dalam proses belajar. “Saya berharap agar pekerjaan dapat cepat diselesaikan, sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Dan juga berharap kualitas pekerjaan baik dan sesuai dengan apa yang telah ditentukan,” ungkapnya.

Di sela pekerjaannya, Wawan pekerja rehab gedung sekolah mengaku tidak tahu berapa lama mereka dapat menyelesaikan pekerjaan tersebut. Pasalnya, mereka bekerja sesuai material yang ada. “Kita bekerja sesuai materialnya saja. Kalau ada bahan-bahannya kita kerjakan, kalau gak ada ya gimana lagi,” pungkasnya. (rok)

Related Articles

Back to top button