SDN Sukamulya 3 Diusulkan Dimerger
Bangun SMA/SMK Negeri Baru
CILAMAYA KULON, RAKA- Jumlah siswa SDN Sukamulya 3, Kecamatan Cilamaya Kulon setiap tahunnya tidak pernah membludak, bahkan kurang dari 100 siswa. Pemerintah Desa Sukamulya mengusulkan, agar sekolah tersebut dimerger kemudian bangunnya dijadikan SMA atau SMK negeri.
Kepala Desa (Kades) Sukamulya Ucup Permana mengatakan, SDN Sukamulya 3 didirikan di lahan Pemkab Karawang. Bangunan sudah ada, namun siswa di sekolah tersebut selalu sedikit. Untuk itu, mengapa tidak lokasi ini dijadikan sekolah menengah atas berstatus negeri rintisan. Menurutnya, perluasannya bisa dilakukan di belakang dan samping sekolah, tinggal kemudian dipromosikan bisa atau tidaknya sekolah tersebut dimerger dan jadi lokasi setara SMA negeri. “Di Cilamaya Kulon ada SD yang muridnya selalu sedikit. Kalau berkenan, dimerger saja dan dijadikan sebagai SMA/SMK negeri, sementara belum dibangun,” ungkapnya.
SDN Sukamulya 3 itu diusulkan menjadi SMA/SMK negeri rintisan Kecamatan Cilamaya Kulon dengan cara permohonan merger. Pasalnya, sekolah yang berlokasi di Dusun Pulaucitra itu di anggap strategis untuk dijadikan lembaga pendidikan menengah berstatus negeri yang lama belum terwujud di Kecamatan Cilamaya Kulon.
Sementara menurut Koorwilcambidik Kecamatan Cilamaya Kulon Popon Epon mengatakan, pihaknya mendukung rencana tokoh masyarakat Cilamaya Kulon untuk pengadaan SMA atau SMK negeri. Dan itu menjadi kewenangan masyarakat dan pihak birokrasi di kecamatan karena tingkatan SMA itu jadi tanggung jawab Pemprov Jawa Barat. Hanya saja, kalau sudah ada siswanya bisa mencontoh SMK di Rawamerta. Dimana kegiatan proses belajar mengajarnya numpang sementara di bangunan SD. “Karena, kalau dimerger ini butuh proses, terus bagaimana nasib kepala SD Sukamulya 3 kalau ujung-ujung dimerger?” tanyanya.
Meskipun siswa kurang dari 100 orang, proses merger harus menunggu dulu adanya kepala sekolah yang pensiun, sehingga kebutuhan, kekosongan dan kesesuaian jumlah SD bisa diupayakan. “Kalau merger cepat, kepseknya bagaimana? Nanti tunggu kalau ada yang pensiun dulu, agar korwilcambidik bisa menyesuaikan. Bisa dilihat di SMK Rawamerta itu bagaimana awalnya,” tutupnya. (rok)