Situdam Masih Memiliki 20 Rutilahu

JATISARI, RAKA – Sedikitnya 20 rumah di Desa Situdam dalam kondisi rusak. Namun, banyaknya Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) tersebut tidak didukung dengan penganggaran yang maksimal dari pemerintah daerah.
Untuk memperbaiki rumah tidak layak tersebut, mengharuskan kepala desa merogoh kocek dalam-dalam untuk memberikan bantuan perbaikan rumah salah satu warganya yang betempat tinggal di Bakansawah RT 06/03. “Kondisinya sudah memprihatinkan, sudah ada sebagian yang roboh. Makanya dicover dulu sama pak Lurah. Karena anggaran belum ada yang turun. Padahal sudah diajukan,” kata Edi, Sekretaris Desa(Sekdes) Situdam kepada Radar Karawang, Jumat (15/3).
Dikatakan Edi, di Desa Situdam memang masih banyak warga yang memiliki rutilahu. Untuk itu, di tahun 2019 pemerintah Desa Situdam telah menganggarkan 5 rumah untuk membantu membiayai perbaikan rutilahu. “Kalau semuanya lebih dari 20 rumah. Tapi kebagian dari Cipta Karya cuma 1 rumah untuk tahun ini. Kemudian dana desa juga kami anggarkan untuk 5 rumah dengan anggaran Rp12 juta setiap rumahnya,” kata Edi.
Sementara, Mulyadi (50), warga yang memiliki rutilahu mengaku, sudah lama berharap adanya bantuan dari pemrintah untuk bisa memperbaiki rumahnya yang sudah sebagian roboh itu. Baginya, dengan penghasilan sebagai kuli bangunan, sulit bisa memperbaiki rumah agar layak huni. Terlebih dengan kondisi dia saat ini yang sudah 8 bulan mengalami stroke. “Sudah lama sebenarnya. Tapi mau gimana karena saya cuma kuli bangunan dan sudah 8 bulan tidak kerja. Makanya saya senang karena Pemerintah Desa Situdam cepat tanggap untuk memberikan bantuan. Bahan bangunan sudah ada, katanya hari ini mau dibongkar,” ungkapnya.
Wati Karwati (36), istri Mulyadi juga mengatakan, selain mendapatkan bantuan perbaikan rumah. Ia juga berharap adanya bantuan dari pemerintah daerah agar bisa membantu pengobatan suaminya yang sudah 8 bulan mengalami stroke. “Saya minta juga sama pemerintah agar dibantu pengobatan suami saya biar sembuh dan bisa kerja. Suami saya tulang punggung di keluarga. Untuk sementara saya bantu-bantu kuli nyuci dan setrika baju,” ujarnya.(nce)