Karawang

Data Laporan Belum Maksimal, Program Delapan Aksi Konvergensi Stunting Dievaluasi

KARAWANG, RAKA – Program Delapan Aksi Konvergensi Stunting di Kabupaten Karawang memperoleh pujian dari Kementrian Dalam Negeri. Tim Percepatan Penurunan Stunting (TOPS) Karawang akan meningkatkan program itu. Hal ini agar dapat mencapai target Karawang zero new stunting.

Analis Kesehatan Kemendagri, Iin Afriani menyebut, pada tahun 2023 lalu delapan aksi konvergensi stunting di Kabupaten Karawang sudah berjalan sangat baik. Hanya saja, di aksi ke 8 laporan datanya masih belum maksimal. Sehingga, pihaknya melakukan sejumlah evaluasi teknis di awal tahun 2024 ini. “Sebetulnya, delapan aksi konvergensi stunting di Karawang sudah sangat bagus. Tapi masih ada PR di akhir, yaitu menyelesaikan aksi ke delapan, dan itu harus selesai sebelum akhir Februari 2024 ini,” kata Iin, baru-baru ini.
Ia menambahkan untuk hasil evaluasi aksi ke delapan dalam program tersebut sangat penting. Tidak hanya itu hasil evaluasi ini juga harus segera diselesaikan sebagai syarat untuk dapat memulai aksi pertama di tahun 2024. Ia menegaskan penyelesaian hasil evaluasi program menjadi tanggungjawab dari semua anggota TPPS. “Kami berharap penyelesai delapan aksi itu bisa diselesaikan sesuai jadwal pada juknis yang kami kelurahan dari Kementrian Dalam Negeri. Ada 11 OPD di Karawang yang terlibat stunting, ini tidak bisa hanya Bappeda saja, atau Dinas Kesehatan dan KB saja. Tapi kami mengimbau untuk semua OPD yang terlibat harus aktif sesuai fungsinya masing-masing,” imbuhnya.
Sementara, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Karawang, Sofiah menjelaskan, aksi konvergensi menjadi instrumen dalam bentuk kegiatan yang digunakan untuk meningkatkan intervensi gizi dalam penurunan stunting melalui delapan aksi konvergensi penurunan stunting. Kedelapan aksi itu diantaranya, aksi satu melakukan identifikasi, aksi dua menyusun rencana, aksi tiga menyelenggarakan rembuk stunting, aksi empat memberikan kepastian hukum, aksi lima ketersediaan kader stunting, aksi ke enam meningkatkan pengelolaan data, aku ke tujuh melakukan pengukuran tinggi badan anak, dan aksi delapan melakukan review kinerja. “Sebenarnya aksi ke delapan kami pada tahun 2023 sudah dilaksanakan, hanya saja ada keterlambatan dalam penginputan. Dan itu sudah berjalan dan akan kami selesaikan,” tutupnya. (nad)

Related Articles

Back to top button