Wisata Candi Jiwa Melempem

BATUJAYA, RAKA – Candi Jiwa seharusnya bisa mengalahkan kesohoran Candi Borobudur. Selain lebih tua, digadang-gadang lebih luas.
Namun, lemahnya daya jual karena minimnya promosi yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Karawang, membuat geliat wisata Candi Jiwa melempem.
Juru Pelihara Candi Jiwa Karyadi mengatakan, sampai sekarang Candi Jiwa masih dalam penelitian, setelah pemugaran terakhir tahun 1996-2001 dilakukan Direktorat Peninggalan Purbakala Departemen Kebudayaan dan Parawisata.
Menurut paparan Karyadi, Candi Jiwa mulai dipugar pada 1996 lalu oleh Direktorat Perlindungan dan Pembinaan Peninggalan Sejarah dan Purbakala, Departemen Pendidikan Nasional yang sekarang menjadi Direktorat Peninggalan Purbakala Departemen Kebudayaan dan Parawisata. Pemugaran itu melalui Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala. Dari sanalah Candi Jiwa mulai banyak dikunjungi oleh para wisatawan. “Mereka yang datang rata-rata ingin melihat keindahan dan keunikan Candi Jiwa, namun ada pula yang ingin mengetahui sejarah Candi Jiwa dan mendengar cerita yang berkembang di tengah penduduk setempat mengenai Candi Jiwa ini,” ucap Karyadi.
Candi Jiwa memiliki banyak keunikan juga cerita mistis. Menurut cerita, Candi Jiwa merupakan peninggalan kerajaan Tarumanegara pada abad ke-5 sampai ke-6 M. Bangunan di sekitar Candi Jiwa dipercaya sebagai tempat utama raja-raja berkumpul. Sedangkan kolam yang berada di dekat Candi Blandongan merupakan tempat pemandian para permaisuri raja. “Dahulu, gundukan-gundukkan tanah yang disebut unur oleh penduduk setempat sangat dikeramatkan. Hal ini berkaitan pula dengan penamaan Candi Jiwa itu sendiri,” ucap Karyadi. (psn)