Karawang
Trending

Viral Aksi Diam Pemuda di Depan Polres Karawang, Pertanyakan Kepastian Hukum Kasus Cilamaya

KARAWANG,RAKA- Buntut dari kecewa kinerja Polres, pemuda Karawang lakukan aksi diam di depan Mapolres Karawang, Kamis (12/3). Aksi tersebut dilakukan dengan membawa poster kritik dan berdiri sendirian di depan area kantor kepolisian tanpa melakukan orasi selama berjam-jam.

Pemuda tersebut adalah Tri Prasetio Putra Mumpuni yang menyatakan bahwa aksi ini merupakan bentuk kegelisahan sekaligus kritik terhadap pelayanan hukum yang dirasakan tidak berpihak kepada masyarakat kecil.

Tri menyampaikan bahwa banyak masyarakat yang sudah melaporkan kasus ke kepolisian namun harus menunggu lama tanpa kepastian proses hukum, salah satunya kasus dugaan asusila di Cilamaya.

Menurutnya, situasi ini menimbulkan kesan bahwa keadilan hanya berjalan cepat bagi pihak-pihak tertentu.

“Aksi ini adalah bentuk protes moral saya terhadap lambannya penanganan laporan masyarakat di Polres Karawang. Banyak orang kecil yang datang mencari keadilan, tetapi prosesnya sangat lama dan penuh ketidakpastian,” ujar Tri.

Tri juga mengkritisi adanya persepsi di tengah masyarakat bahwa proses penanganan perkara sering kali berjalan lebih cepat apabila pelapor memiliki kekuatan ekonomi atau jabatan tertentu.

“Yang menjadi pertanyaan besar bagi saya adalah, kenapa masyarakat kecil yang tidak punya uang harus membayar begitu mahal untuk mendapatkan keadilan? Bahkan ada anggapan di masyarakat bahwa penyidikan baru berjalan kalau ada uang lebih dulu. Sementara mereka yang punya jabatan atau kekuasaan bisa membuat laporan yang langsung diproses dengan cepat,” lanjutnya.

Menurut Tri, kondisi tersebut menciptakan ketidakpercayaan publik terhadap lembaga penegak hukum apabila tidak segera dibenahi secara serius. Ia menegaskan bahwa aksi diam yang dilakukan hari ini bukan ditujukan untuk menyerang institusi kepolisian secara pribadi, melainkan sebagai bentuk kritik konstruktif agar pelayanan hukum kepada masyarakat dapat berjalan lebih transparan, profesional, dan adil.

“Aksi ini bukan kebencian terhadap institusi, tetapi bentuk kepedulian agar hukum benar-benar hadir untuk semua orang tanpa membedakan siapa yang punya uang, siapa yang punya jabatan, dan siapa rakyat biasa,” tegasnya.

Tri berharap kritik yang disampaikan melalui aksi ini dapat menjadi perhatian bagi pihak kepolisian, khususnya di Polres Karawang, agar meningkatkan respons dan keseriusan dalam menindaklanjuti laporan masyarakat yang masuk.

Aksi diam tersebut berlangsung secara tertib dan damai di depan kantor Polres Karawang sebagai simbol bahwa masyarakat masih memiliki harapan agar keadilan dapat ditegakkan secara setara bagi semua pihak. (asy)

Related Articles

Back to top button