Purwakarta
Trending

Masa Libur Latihan Sepatu Roda Jalan Terus

PURWAKARTA, RAKA – Masa libur sekolah tak menyurutkan langkah para atlet sepatu roda Purwakarta. Setiap pagi, lintasan sepatu roda di Sport Center Purnawarman, Kelurahan Sindangkasih, Purwakarta, justru dipenuhi deru roda dan instruksi pelatih. Minggu (4/1), puluhan atlet Maung Roller Skate (MARS) terlihat serius mengasah kemampuan demi target besar di tahun 2026.

Porprov Jawa Barat 2026 di Kota Bekasi menjadi fokus utama. Sejumlah atlet yang akan turun di ajang tersebut memanfaatkan libur panjang untuk meningkatkan kondisi fisik, teknik, hingga kecepatan. Latihan intens dilakukan hingga lima kali dalam sepekan.

Di antara atlet muda yang berlatih, Chelsea Putri Gunawan (14), siswi kelas 2 SMPN 3 Purwakarta, tampak menjalani sesi latihan dengan penuh konsentrasi. Bagi Chelsea, liburan adalah momentum untuk memperbaiki performa.

“Latihan dimaksimalkan saat libur. Fokus ke teknik, kecepatan, dan interval. Dalam seminggu bisa lima kali latihan,” ujarnya.

Semangat serupa ditunjukkan Alastair Tristan (11), atlet cilik yang telah hampir empat tahun menekuni sepatu roda. Siswa kelas 6 SD Labschool Purwakarta itu kini bersiap menghadapi Porprov sekaligus melangkah ke jenjang SMP.

“Latihan rutin lima kali seminggu. Senang latihan sepatu roda, sekarang persiapan Porprov,” kata Tristan, yang akan turun di nomor speed jarak pendek.

Pelatih MARS, Albian Cahya (24), menjelaskan bahwa program latihan saat ini difokuskan pada pematangan teknik untuk mencapai kecepatan maksimal.

Menurutnya, persaingan di Porprov 2026 dipastikan ketat, dengan daerah seperti Karawang, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kota Bandung, dan Sukabumi sebagai lawan tangguh.

“Target kami atlet bisa mencapai top speed. Jadi latihan lebih ke teknik dan kecepatan,” jelas Albian.
Pada Porprov mendatang, Purwakarta akan menurunkan sembilan atlet, terdiri dari enam atlet speed jarak pendek serta tiga atlet di nomor freestyle dan agresif.

Menariknya, cabang sepatu roda di Porprov tidak memberlakukan batasan usia minimal, sehingga atlet junior berpeluang bersaing langsung dengan atlet senior.

Ketua Umum Pengcab PORSEROSI Purwakarta, Herpan Sudadi, menyebut kepercayaan diri atlet meningkat usai lolos babak kualifikasi Porprov yang digelar di Kota Bekasi pada 11–15 Desember lalu.

“Alhamdulillah, semua atlet yang kami kirim lolos dan berhak tampil di Porprov 2026,” ujarnya.

Ia menambahkan, meski sempat ada jeda latihan setelah pembagian rapor, saat ini sekitar 80 persen atlet telah kembali berlatih secara normal.

Herpan juga mengungkapkan bahwa minat sepatu roda di Purwakarta sebenarnya sangat tinggi. Kerja sama dengan sekolah-sekolah dari tingkat TK hingga SMP telah dilakukan. Namun, keterbatasan sarana dan prasarana menjadi kendala utama.

“Dulu member kami lebih dari 200 orang. Sekarang yang aktif sekitar 60–65 atlet, karena seleksi alam dan kondisi lintasan yang belum standar,” katanya.

Lintasan yang belum memenuhi standar nasional dinilai menjadi tantangan besar, khususnya bagi atlet usia di atas 10 tahun. Padahal, prestasi MARS cukup membanggakan, baik di tingkat daerah, nasional, hingga internasional.

“Kami pernah juara umum tiga di Kejurda Jawa Barat, meraih emas di International Open, dan juara umum dua di Jakarta Open serta Perka Open dengan peserta dari berbagai negara,” ungkap Herpan.

Ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan dukungan nyata, terutama penyediaan fasilitas latihan yang layak dan sesuai standar.

“Kalau tidak ada track standar, dalam tiga tahun ke depan prestasi atlet usia di atas 10 tahun bisa menurun. Padahal potensi anak-anak Purwakarta sangat besar,” pungkasnya. (yat)

Related Articles

Back to top button