KARAWANG

Warga Dusun Rancapaku Swadaya Renovasi Masjid

RENOVASI : Warga Dusun Rancapaku, Desa Mekarmulya, Kecamatan Telukjambe Barat saat merenovasi masjid.

KARAWANG, RAKA – Warga Dusun Rancapaku, Desa Mekarmulya, Kecamatan Telukjambe Barat gotong royong merenovasi satu-satunya masjid jami di lingkungan mereka. Masjid Jami Nurul Huda di dusun tersebut telah lama lapuk di bagian atapnya dan membuat kegiatan beribadah menjadi tidak nyaman. “Sudah dimulai sejak Sabtu kemarin, alhamdulillah banyak juga masyarakat banyak yang bantu,” terang Bendahara DKM Nurul Huda Asen Suryana, Selasa (9/6).

Kemarin siang bagian atap masjid tersebut memang melongpong dan rencananya akan diganti dengan atap menggunakan baja ringan. Selain itu kusen dan lantai juga akan diganti apabila dana yang ada mencukupi. Adapun dana yang digunakan merupakan swadaya dari masyarakat yang menyumbang. “Saat musyawarah kita bentuk kelas-kelas, dibagi setiap kaka dilihat dari kemampuannnya, tidak memaksa tapi ya syukur-syukur (kalau terkumpul) lebih,” ucapnya.

Wakil Ketua DKM Nurul Huda Ahmad Hambali menambahkam, dana swadaya yang terkumpul dari masyarakat selama 6 bulan terakhir mencapai Rp100 juta. Dana tersebut baru mencukupi untuk perbaikan atap, adapun untuk perbaikan lainnya akan menyusul. Beberapa warga yang memiliki usaha batu bata juga turut menyumbangkan bahan bangunan tersebut dan terkumpul 13.000 buah batu bata. Renovasi dengan dana swadaya membuat masyarakat punya rasa memiliki yang lebih.

Setelah renovasi ini ia berharap masjid di dusunnya lebih makmur, jangan sampai jamaah berkurang setelah rampungnya perbaikan. “Kalau kita membangun masjid, sarana umum, dari swadaya masyarakat insya Allah berkah, jamaah tidak akan berkurang,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Mekarmulya, Dalim Rudyansah menyampaikan, pihaknya telah mengajukan proposal renovasi masjid tersebut ke Dinas PUPR Karawang sejak 2019 lalu. Namun tidak ada tanggapan sampai akhirnya renovasi masjid diputuskan untuk direnovasi secara swadaya.

Dari pemerintah desa sendiri menyumbang sekitar Rp5 juta yang merupakan anggaran kegiatan sosial dari dana bagi hasil (DBH). “Karena memang kecil, dan (dana sosial) banyak yang digunakan untuk yatim,” terangnya.

Dalim memprediksi kebutuhan dana renovasi masjid bisa mencapai Rp300 juta. Hal ini menjadi kekhawatiran apakah renovasi akan segera rampung atau tidak. Tidak mungkin mengandalkan para pengusaha batu bata di desa tersebut yang nampaknya juga tengah mengalami masa sulit. “Rada berpikir juga kepala desa, bagaimana masjid itu cepat diselesaikan jangan sampai lebih dari 5 bulan sehingva mengganggu ibadah,” tuturnya.

Ia juga bercerita 2019 lalu atap masjid pernah mengalami kebocoran akibat hujan deras saat tengah melaksanakan salat Jumat. Akhirnya kayu-kayu atap yang lapuk disangga dengab bambu. Kondisi ini yang membuat masyarakat antusias untuk gotong royong merenovasi masjid. “Saya sangat senang dengan kekompakan warga di Dusun Rancapaku,” pungkasnya. (din)

Related Articles

Check Also
Close
Back to top button