HEADLINEPurwakartaTELUSUR
Trending

Warga Purwakarta dan Cianjur Jadi Korban TPPO di NTT, Gubernur Jabar Bertolak Lakukan Penjemputan

PURWAKARTA, RAKA- Sebanyak 13 warga Jawa Barat mengalami dugaan korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Nusa Tenggara Timur (NTT). Di antaranya ada warga yang berasal dari Purwakarta, mereka mengalami dugaan eksploitasi prostitusi saat bekerja di daerah tersebut.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, bertolak ke NTT untuk menjemput langsung para warga asal jabar yang merupakan para wanita tersebut.

Langkah ini sebagai bentuk tanggung jawab dan perlindungan terhadap warga Jawa Barat yang menjadi korban eksploitasi prostitusi tersebut.

Baca Juga: Pemerintah dan Polisi Jawa Barat Bakal Jemput 13 Perempuan Korban TPPO di NTT

Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein menyebut berangkatan ke NTT bersama Bupati Cianjur, dr. Mohammad Wahyu Ferdian, Sp.Og.

Menurut Om Zein, para korban awalnya berangkat dengan iming-iming pekerjaan sebagai lady companion (LC) atau Pemandu Lagu ( PL ).

Namun, setibanya di lokasi, mereka diduga mengalami eksploitasi yang tidak sesuai dengan perjanjian awal.

“Informasinya ada dugaan eksploitasi, termasuk eksploitasi seksual dan tindakan lain yang merugikan para korban,” ujar Om Zein dalam keterangannya, Minggu (22/02).

Dari 13 orang berjenis kelamin perempuan menjadi korban TPPO tersebut, beberapa di antaranya merupakan warga Cianjur dan Purwakarta.

Pemerintah daerah memastikan akan memberikan pendampingan setelah para korban kembali ke Jawa Barat.

Tonton Juga: Horee, Bupati Karawang Bakal Siapkan Lagi Tiket Mudik Lebaran Gratis

Selain penjemputan, pemerintah juga berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan.

Dugaan tindak pidana perdagangan orang menjadi perhatian serius karena menyangkut keselamatan dan hak asasi warga.

Pemprov Jawa Barat mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap tawaran pekerjaan di luar daerah, terutama jika proses perekrutan tidak jelas dan tidak melalui jalur resmi.

Hingga kini, proses penjemputan masih berlangsung. Pemerintah berharap seluruh warga yang diduga menjadi korban dapat segera dipulangkan dalam kondisi aman.(rbg)

Related Articles

Back to top button