Karawang
Trending

Waspada! Banyak Pemotor Lawan Arus di Bundaran Pancawati Akibat Penutupan U-Turn

KARAWANG,RAKA- Jelang mudik lebaran, sebanyak 42 titik U-Turn atau putaran balik disepanjang jalur Pantura Karawang ditutup. Akibatnya, banyak pengendara motor yang nekat melawan arus.

Salah satu titik yang banyak digunakan pengendara motor untuk melawan arus yaitu di bundaran Pancawati. Biasanya, pengendara yang melawan arus merupakan pengendara motor yang akan masuk ke gang Pancawati.

“Kalau harus muter, kejauhan saya harus muter ke daerah Gintung. Sementara saya mau ke arah Pancawati,” kata salah seorang pengendara motor yang enggan disebutkan namanya.

Alasannya melawan arus, lanjutnya, hanya karena jarak putaran yang sangat jauh. “Saya mesti hati-hati aja, kalau lalu lintas lagi padat, saya tidak paksakan diri,” ujarnya.

Sementara itu, pemerintah daerah bersama aparat kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya warga lokal Karawang, agar memperhatikan rambu-rambu lalu lintas serta mengikuti rekayasa arus yang telah disiapkan petugas di lapangan selama periode arus mudik Lebaran 2026.

Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polres Karawang, AKP Sudirianto mengatakan bahwa penutupan U-turn dilakukan mulai dari jalan arteri wilayah Tanjungpura yang berbatasan dengan Kabupaten Bekasi hingga jalur Pantura Cikalong arah Gamon yang berbatasan dengan Kabupaten Subang.

Menurut dia, langkah tersebut merupakan bagian dari rekayasa lalu lintas untuk menjaga kelancaran arus kendaraan selama periode mudik Lebaran. “Penutupan U-turn dilakukan untuk mengatasi kemacetan yang sering terjadi selama arus mudik Lebaran,” kata Sudirianto.

Kegiatan penutupan tersebut dilaksanakan oleh pihak kepolisian bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Karawang. Kepala Seksi Lalu Lintas Dishub Karawang, Aris Suryanto, menyampaikan bahwa penutupan dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kepadatan arus lalu lintas di jalur utama yang dilintasi pemudik.

Ia menyebutkan terdapat sekitar 42 titik U-turn yang ditutup di sepanjang jalan arteri hingga jalur Pantura Karawang. “Penutupan dilakukan menggunakan barrier beton agar tidak mudah dipindahkan atau digeser oleh pengendara,” ujar Aris.

Menurutnya, kebijakan tersebut bertujuan meminimalkan potensi kemacetan serta konflik arus kendaraan di jalur Pantura yang menjadi salah satu jalur utama perlintasan pemudik dari arah Jakarta menuju wilayah Jawa Tengah.

Meski demikian, sejumlah titik U-turn tetap dibuka untuk mendukung mobilitas masyarakat setempat. Beberapa di antaranya berada di kawasan Kepuh, Charles, Karawang Timur, Pancawati, dan Dawuan. (asy/jpg)

Related Articles

Back to top button