Purwakarta
Trending

Waspada Cuaca Ekstrem, BPBD Purwakarta Siagakan 55 Personel Selama Mudik Lebaran 2026

PURWAKARTA, RAKA – Potensi bencana hidrometeorologi masih membayangi Kabupaten Purwakarta menjelang arus mudik dan arus balik Idulfitri 1447 Hijriah.

Mengantisipasi risiko tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Purwakarta menyiagakan puluhan personel serta berbagai peralatan kebencanaan di sejumlah titik strategis.

Langkah ini diambil karena seluruh wilayah kecamatan di Purwakarta masih berstatus siaga darurat bencana hingga akhir April 2026.

Kepala Pelaksana BPBD Purwakarta, Heryadi Erlan, mengatakan kesiapsiagaan dilakukan untuk memastikan keamanan masyarakat, khususnya para pemudik yang melintasi wilayah Purwakarta.

Menurutnya, kondisi cuaca yang masih berpotensi ekstrem membuat pihaknya terus melakukan pemantauan intensif.

“Kami terus memantau prakiraan cuaca bersama BMKG, termasuk memantau debit sungai dan memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait potensi bencana,” ujarnya, Rabu (11/3).

Kepala BPBD yang akrab disapa Abah Erlan itu menjelaskan, sebanyak 55 personel BPBD telah disiapkan untuk siaga selama periode arus mudik hingga arus balik Lebaran 2026.

Selain menyiagakan personel, BPBD juga membuka tiga pos siaga bencana yang akan menjadi pusat koordinasi dan layanan darurat bagi masyarakat.

Pos tersebut berada di kantor utama BPBD Purwakarta, kemudian di Jalan Raya Purwakarta-Bandung wilayah Ciganea, serta di kawasan Kota Bukit Indah.

Abah Erlan mengatakan, pos-pos tersebut tidak hanya difungsikan untuk koordinasi penanganan bencana, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai tempat istirahat bagi masyarakat maupun pemudik yang membutuhkan bantuan.

“Kami menyiapkan pos siaga yang bisa dimanfaatkan masyarakat jika membutuhkan bantuan selama perjalanan,” kata Erlan.

Saat ini, seluruh 17 kecamatan di Kabupaten Purwakarta masih berada dalam status siaga darurat bencana hidrometeorologi berdasarkan keputusan bupati. Kondisi tersebut membuat wilayah ini berpotensi mengalami berbagai kejadian seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, hingga cuaca ekstrem.

Meski demikian, berdasarkan prediksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, cuaca selama periode mudik diperkirakan didominasi hujan ringan hingga sedang. Untuk mempercepat penanganan jika terjadi bencana, BPBD juga menyiagakan Tim Reaksi Cepat (TRC) di sejumlah titik rawan.

Sejumlah peralatan darurat pun telah disiapkan, mulai dari chainsaw, perahu evakuasi, pompa air atau alkon, hingga berbagai logistik kebencanaan. Abah Erlan mengingatkan para pemudik agar tidak mengabaikan kondisi cuaca selama perjalanan.

“Masyarakat sebaiknya memantau perkembangan cuaca sebelum berangkat dan menghindari perjalanan saat hujan ekstrem,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk memahami jalur evakuasi di wilayah yang dilalui serta segera melapor kepada BPBD jika menemukan tanda-tanda potensi bencana.

“Kerja sama masyarakat sangat penting. Jika ada tanda-tanda potensi bencana atau kejadian darurat, segera laporkan kepada BPBD atau pihak berwenang,” ucapnya.

BPBD berharap kesiapsiagaan tersebut dapat meminimalkan risiko bencana serta memastikan perjalanan mudik Lebaran 2026 di wilayah Purwakarta tetap aman bagi masyarakat. (yat)

Related Articles

Back to top button