Karawang
Trending

Waspada! Jalan Purwadana-Telukjambe Timur Amblas, Pengendara Dialihkan ke Jalur Alternatif

KARAWANG, RAKA- Setelah jalan amblas, Desa Purwadana siapkan jalur alternatif jalan lintas Jenebin-Sumedangan. Langkah ini diambil agar mobilitas warga tetap berjalan sambil menunggu perbaikan jalan utama.

‎‎Kerusakan terjadi di badan jalan yang berada di tikungan aliran sungai. Badan jalan awalnya turun dan melengkung, kemudian terus bergerak hingga akhirnya ambles ke bawah. Kejadian ini disebut sebagai peristiwa kedua yang terjadi di lokasi tersebut.

‎‎Kepala Desa Purwadana E. Heryana mengatakan, penyebab utama diduga akibat erosi dari aliran sungai di sekitar lokasi. Posisi jalan yang berada di tikungan sungai membuat arus air terus menggerus bagian tepi jalan hingga struktur tanah melemah.

‎Diteruskannya juga, pemerintah desa langsung melaporkan kejadian tersebut kepada Bupati Karawang melalui Camat Telukjambe Timur disertai dokumentasi foto. Laporan resmi juga disampaikan ke Dinas PUPR Kabupaten Karawang, serta dilakukan komunikasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) di Bandung.

‎”Dari hasil koordinasi, disepakati pembangunan jalan alternatif dilakukan lebih dulu sebelum rekonstruksi jalan utama. PT BMJ Estate Resinda bersedia membuka akses kawasan perumahannya untuk lintasan sementara tersebut,”katanya, Rabu (11/2).

‎‎Diteruskannya, pembangunan jalan alternatif akan dilaksanakan oleh pihak Resinda dengan pembiayaan gotong royong, melibatkan perusahaan melalui dana tanggung jawab sosial serta donasi masyarakat secara sukarela.

‎”Jalan ini bersifat sementara dan akan ditutup kembali setelah jalan utama selesai diperbaiki. Penggunaan jalan juga dibatasi untuk kendaraan dengan beban maksimal 1,5 ton,”paparnya.

‎‎‎Sementara itu, tambah Heryana, perbaikan jalan utama akan ditangani Dinas PUPR Karawang yang saat ini tengah melakukan kajian teknis dan perhitungan anggaran. Pemerintah desa berharap pembangunan bisa direalisasikan tahun ini.

‎”Bersama BBWS, direncanakan pula pembangunan pelindung tebing sungai (sheet pile) di titik jalan yang amblas agar aliran sungai tidak kembali menggerus badan jalan. Struktur penguat bertingkat juga akan dibuat untuk lahan warga yang terdampak,” ungkapnya.

‎Untuk mendukung penanganan, sambungnya, pemerintah desa menggelar musyawarah bersama RT, RW, kepala dusun, lembaga desa, dan tokoh masyarakat pada Rabu (14/2). Dalam musyawarah tersebut disepakati penggalangan donasi bersama serta pengamanan lingkungan, terutama menjelang arus mudik Lebaran.

‎”Pengamanan akan melibatkan Karang Taruna, unsur pemuda desa, dan organisasi masyarakat setempat. ‎Hasil musyawarah disosialisasikan melalui RT/RW dan grup komunikasi warga agar seluruh masyarakat mengetahui langkah-langkah penanganan yang telah disepakati,” tutupnya. (zal)

Related Articles

Back to top button