HEADLINEPurwakarta
Trending

Wujudkan Mimpi Puluhan Tahun, Jembatan Perintis Garuda di Babakancikao Segera Rampung

PURWAKARTA, RAKA – Harapan warga di bantaran Sungai Cikao, Desa Hegarmanah, Kecamatan Babakancikao, Kabupaten Purwakarta, akhirnya segera terwujud. Pembangunan Jembatan Perintis Garuda kini hampir rampung setelah puluhan tahun masyarakat harus menyeberangi sungai dengan cara seadanya.

Selama ini, warga setempat terpaksa melintasi Sungai Cikao dengan jalur darurat untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Kondisi tersebut membahayakan keselamatan warga dan terutama bagi para pelajar.

Para pelajar setiap hariharus menyeberang sungai untuk pergi ke sekolah, terlebih membahayakan saat debit air meningkat di musim hujan.

Komandan Kodim 0619/Purwakarta, Letkol Inf Ardha Cairova Pariputra, mengatakan pembangunan jembatan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat yang telah lama menantikan akses penyeberangan yang layak.

Baca Juga: Jaga Ketertiban Umum, Aparat Gabungan Tertibkan Anak Jalanan yang Marak di Ruang Publik Purwakarta

“Pembangunan Jembatan Perintis Garuda ini diharapkan dapat mempermudah mobilitas masyarakat, khususnya para pelajar dan warga yang beraktivitas setiap hari,” ujar Ardha, Jumat (6/3).

Ia menambahkan, pembangunan jembatan juga menjadi bukti sinergi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat dalam menghadirkan solusi bagi kebutuhan dasar warga. Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak dalam pembangunan tersebut mempercepat proses pengerjaan di lapangan.

Ardha menjelaskan, hingga saat ini progres pembangunan jembatan telah mencapai sekitar 94 persen. Sejumlah pekerjaan utama telah rampung, seperti pembersihan lokasi, pemasangan bouplang, pembesian footplate dan balok beton, begesting footplate, pemasangan batu pondasi uprit, hingga pengecoran footplate.

Sementara itu, beberapa tahapan pekerjaan lainnya masih dalam proses penyelesaian. Di antaranya pemasangan gelagar melintang yang telah mencapai sekitar 75 persen, pemasangan papan dan ram kawat sekitar 50 persen, serta pemasangan plang anjuran, plang identitas jembatan, dan pengecatan yang juga telah mencapai sekitar 50 persen.

Tonton Juga: TAMAN CADAS MALANG TAK TERURUS LAGI

Selain itu, pekerjaan seperti penimbunan landasan balok beton, pembuatan garpu dan anchor, pembentangan seling, serta pemasangan gelagar memanjang dan seling rawatan telah mencapai sekitar 80 persen.

Menurut Ardha, pembangunan jembatan tersebut bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi juga simbol kebersamaan antara TNI dan masyarakat dalam membangun daerah.

“Kami ingin kehadiran TNI benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Jembatan ini nantinya akan menjadi penghubung berbagai aktivitas, mulai dari pendidikan, sosial, hingga ekonomi warga,” katanya.

Selama proses pembangunan berlangsung, situasi di lokasi dilaporkan aman dan kondusif tanpa kendala berarti.

Bagi masyarakat Desa Hegarmanah, keberadaan Jembatan Perintis Garuda menjadi harapan baru. (yat)

Related Articles

Back to top button