KABAR KAMPUNG
Trending

Zona Hijau Desa Kutapohaci

‎Setahun Tiga Kali Tanam Padi

KARAWANG, RAKA – Di tengah geliat pembangunan dan modernisasi, mayoritas warga Kutapohaci, Kecamatan Ciampel, Karawang masih mengandalkan pertanian padi sebagai mata pencaharian.

‎Lahan sawah di Kutapohaci masih membentang luas sekitar 321,80 hektare. Para petani di sana dapat menanam padi tiga kali dalam setahun.

Kasi Kesejahteraan Desa Kutapohaci Asep Supendi mengatakan sektor pertanian di Desa Kutapohaci ini masih menjadi program unggulan desa, karena desa ini termasuk zona hijau atau pesawahan.

‎”Wilayah Kutapohaci sampai sekarang tidak boleh digunakan untuk pembangunan industri (pabrik) dan perumahan,” katanya kepada Radar Karawang, Rabu (17/9).

‎Asep sapaan karib Asep Supendi mengatakan Kutapohaci salah satu desa yang dijadikan tempat uji coba untuk penanaman padi, walaupun masa panen padi di desa ini tidak serentak. Sehingga hasil panennya tidak maksimal, karena adanya hama seperti burung.

‎”Waktu uji coba pertanian kemarin hasil panennya cuma 6 ton dalam satu hektare,” ujarnya.

‎Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menerima penghargaan dari Gubernur Jawa Barat dan Bupati Karawang dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Karawang ke-392. Produksi padi Karawang tertinggi kedua di Jawa Barat (Jabar) setelah Kabupaten Indramayu.

‎Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Karawang Mahmud mengatakan, bahwa Karawang memiliki luas baku sawah sekitar 101 ribu hektare yang tersebar di 30 kecamatan. Dari luasan tersebut, pada tahun 2024 Karawang berhasil memproduksi 1.385.556,69 ton gabah kering panen (GKP).

‎“Ini merupakan capaian luar biasa yang menunjukkan bahwa Karawang tetap menjadi salah satu lumbung pangan penting di Jawa Barat,” katanya, kepada Radar Karawang, Senin (15/9).

‎Menurut Mahmud, rata-rata hasil panen di Karawang mencapai 5 hingga 6 ton GKP per hektare. Dengan strategi tersebut, pihaknya menargetkan produksi padi tahun 2025 mencapai 1.426.547,34 ton.

‎“Kerja sama antara petani, penyuluh, dan pemerintah menjadi kunci agar produksi tetap stabil dan Karawang bisa mempertahankan bahkan meningkatkan prestasinya di bidang pertanian,” pungkasnya. (mra)

Related Articles

Back to top button