
KARAWANG, RAKA – Musim kemarau belum berlalu, 12 desa di 5 kecamatan terdampak kekeringan di Kabupaten Karawang. Akibatnya, banyak masyarakat kesulitan dapat air bersih.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang mencatat sebanyak 4.244 kepala keluarga (KK) atau 12.884 jiwa terdampak kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah. Hingga Selasa (4/8), distribusi air bersih telah mencapai 549.000 liter.
Kepala BPBD Karawang Usep Supriyatna mengatakan, dari total tersebut, sebanyak 237.000 liter air bersih disalurkan langsung oleh BPBD. Sementara 312.000 liter lainnya merupakan hasil kolaborasi BPBD bersama sejumlah pihak. ”Total distribusi air bersih yang sudah disalurkan mencapai 549.000 liter.
Sebanyak 237.000 liter berasal dari BPBD, sedangkan 312.000 liter merupakan hasil kolaborasi dengan berbagai pihak,”katanya, Rabu (5/8).
Kolaborasi tersebut melibatkan Perumdam/PDAM, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Palang Merah Indonesia (PMI), Rumah Harapan, Baznas Karawang, kawasan industri KIM, kawasan Artha Graha, Relawan Gesit, Relawan Sahabat Kemanusiaan, serta Relawan Karawang Peduli.
Menurut Usep, bantuan air bersih tersebut diberikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak kekeringan. Hingga saat ini, dampak kekeringan tercatat tersebar di lima kecamatan dan 12 desa di Kabupaten Karawang.
Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Pangkalan yang mencakup Desa Mulangsari, Kertasari, Jatilaksana, Ciptasari, dan Medalsari. Kemudian Kecamatan Tegalwaru meliputi Desa Kutalanggeng dan Cintalanggeng. Kecamatan Ciampel meliputi Desa Mulyasejati, Kutanegara, dan Parungmulya.
Sementara di Kecamatan Telukjambe Barat, kekeringan terjadi di Desa Wanakerta. Adapun di Kecamatan Telukjambe Timur meliputi Desa Sukaluyu dan Puserjaya. BPBD Karawang terus melakukan pendistribusian air bersih untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga selama kondisi kekeringan berlangsung. (zal)



