KARAWANG, RAKA- Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Disperindagkop dan UKM tengah memproses penyaluran bantuan alat penunjang produksi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pada 2026. Dari sekitar 3.000 proposal yang masuk, sebanyak sekitar 2.000 UMKM dinyatakan lolos verifikasi dan validasi sebagai calon penerima bantuan.
Kepala Bidang PPUKM Kabupaten Karawang Leony mengatakan, saat ini proses penyaluran masih menunggu terbitnya izin prinsip dari Bupati sebagai dasar penerbitan Surat Keputusan (SK) penerima bantuan.
”Verifikasi dan validasi sudah kami laksanakan sebelumnya. Dari sekitar 3.000 proposal yang masuk, tahun ini ada sekitar 2.000 penerima. Saat ini kami sedang menunggu proses izin prinsip dari Bupati. Setelah izin keluar, baru kami proses pengadaan barang, kemudian dilanjutkan dengan serah terima kepada penerima,”katanya, Senin (29/6).
Leony menjelaskan, dari total sekitar 2.000 penerima tersebut, sebanyak 465 UMKM merupakan penerima bantuan melalui Pokok Pikiran (Pokir) DPRD. Sementara sisanya, sekitar 1.535 UMKM, merupakan penerima dari jalur reguler. Untuk memperlancar proses penyaluran sekaligus memastikan kualitas barang, bantuan tidak akan disalurkan sekaligus, melainkan dibagi menjadi tujuh termin. Pada termin pertama, sekitar 350 UMKM dijadwalkan menerima bantuan.
”Pembagian per termin dilakukan agar memudahkan kami melakukan pengecekan barang. Kami ingin memastikan barang yang diserahkan benar-benar sesuai spesifikasi yang telah ditetapkan. Jika ada yang tidak sesuai, bisa langsung kami kembalikan kepada penyedia. Selain itu, kami juga ingin memastikan bantuan diterima langsung oleh penerima yang berhak,”terangnya.
Menurutnya, sistem bertahap tersebut juga bertujuan memastikan bantuan tepat sasaran, sesuai kebutuhan pelaku usaha, memberikan manfaat, serta mampu mendukung keberlanjutan usaha para penerima.
Leony menargetkan, proses pengadaan dan penyaluran bantuan mulai berjalan pada Juli 2026. Realisasi tahap pertama diperkirakan berlangsung pada Agustus hingga September, sementara seluruh penyaluran ditargetkan rampung paling lambat Oktober 2026. ”Kami akan maraton mulai Juli hingga Oktober untuk menyelesaikan tujuh termin penyaluran. Target kami seluruh bantuan sudah selesai disalurkan pada Oktober,” tutupnya. (zal)



