
KARAWANG – Jumlah Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang aktif di Kabupaten Karawang kini tersisa 55 lembaga. Jumlah tersebut menurun dari sebelumnya 64 PKBM akibat sejumlah lembaga tidak lagi beroperasi karena minimnya peserta didik.
Kepala Seksi Pendidikan Kesetaraan Nonformal Kabupaten Karawang, Hery Herdiana, mengatakan PKBM yang tidak lagi beroperasi bukan karena ditutup pemerintah, melainkan berstatus nonaktif akibat tidak memiliki warga belajar.
“Sebelumnya ada 64 PKBM. Sekarang yang aktif tinggal 55. Yang lainnya berstatus nonaktif karena jumlah siswanya terus berkurang hingga akhirnya tidak ada peserta didik,” ujarnya.
Hery menjelaskan, keberadaan PKBM disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di setiap wilayah. Setiap kecamatan di Kabupaten Karawang minimal memiliki satu PKBM, sementara di beberapa kecamatan terdapat dua hingga tiga PKBM.
Menurutnya, satu PKBM idealnya membina tiga hingga empat desa agar pelayanan pendidikan nonformal dapat berjalan secara optimal.
Meski jumlah lembaga aktif berkurang, Hery memastikan layanan pendidikan kesetaraan di Kabupaten Karawang tetap berjalan.
PKBM masih melayani masyarakat yang ingin menempuh pendidikan Paket A setara SD, Paket B setara SMP, hingga Paket C setara SMA. Ia menambahkan, PKBM juga menjadi alternatif bagi masyarakat yang tidak dapat melanjutkan pendidikan formal, baik karena faktor ekonomi maupun alasan lainnya.
Selain mengikuti pendidikan kesetaraan, warga belajar juga memperoleh sistem pembelajaran yang lebih fleksibel sesuai dengan kondisi masing-masing.
Hery berharap keberadaan PKBM dapat terus dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai kesempatan kedua untuk memperoleh pendidikan. Menurutnya, semakin banyak warga yang kembali melanjutkan sekolah melalui PKBM, maka semakin besar pula peluang menekan angka putus sekolah di Kabupaten Karawang.
“PKBM hadir agar masyarakat yang belum sempat menyelesaikan pendidikan tetap memiliki kesempatan mendapatkan ijazah dan meningkatkan kualitas hidupnya,” pungkasnya.(asy)



