Purwakarta
Trending

‎Patih Thauri Al Gafiki Siswa SMA Gemar Bertani

PURWAKARTA, RAKA – Di tengah kesibukan sebagai pelajar sekolah menengah atas, seorang siswa di Kabupaten Purwakarta justru memilih terjun ke dunia pertanian modern. Patih Thauri Al Gafiki, siswa kelas XI SMA Negeri 1 Purwakarta, membuktikan bahwa generasi muda mampu menjadi motor penggerak pertanian melalui budidaya melon hidroponik.

‎Berbekal dukungan penuh dari keluarga, Patih mengelola kebun melon hidroponik di sebuah green house milik orang tuanya yang berlokasi di Kampung Krajan, Desa Parakan Lima, Kecamatan Jatiluhur. Usaha tersebut telah dirintisnya sejak tiga bulan terakhir dan kini mulai menunjukkan hasil yang menjanjikan.

‎Menurut Patih, keputusannya menekuni pertanian bukan tanpa alasan. Ia menilai profesi petani merupakan pekerjaan yang mulia dan memiliki peran strategis bagi masa depan bangsa. Selain itu, ia juga ingin mematahkan stigma lama bahwa bertani selalu identik dengan pekerjaan kotor dan tidak modern.

‎“Melalui pertanian hidroponik ini, saya ingin menunjukkan bahwa bertani bisa dilakukan secara bersih, modern, dan tetap menguntungkan,” ujar Patih, Selasa (3/2).

‎Ia menambahkan bahwa budidaya melon hidroponik yang dijalaninya juga sejalan dengan program ketahanan pangan yang tengah digalakkan Pemerintah Kabupaten Purwakarta di bawah kepemimpinan Bupati Saepul Bahri Binzein.

‎Dalam satu siklus tanam, Patih menjelaskan bahwa proses budidaya melon hidroponik membutuhkan waktu sekitar 73 hari, mulai dari penanaman bibit hingga masa panen. Ia menanam tiga varietas melon unggulan, yakni Sweet Hami, Lavender, dan Pro Max yang dikenal memiliki rasa super manis.

‎Awalnya, sebanyak 358 pohon melon ditanam di dalam green house. Namun, tingginya intensitas curah hujan dalam beberapa waktu terakhir menyebabkan tidak semua tanaman bertahan hingga berbuah maksimal.

‎“Karena faktor cuaca, tanaman yang berhasil menghasilkan buah berkualitas saat ini tersisa sekitar 250 pohon,” jelas Patih saat ditemui di lokasi.

‎Keberadaan Green House Abah yaitu sebutan untuk kebun melon milik keluarga Patih, kini mulai menarik perhatian masyarakat luas. Setelah videonya viral di media sosial, sejumlah pengunjung datang langsung untuk membeli melon bahkan merasakan pengalaman memetik buah langsung dari pohonnya.

‎Salah satunya adalah Mira Habibah, pengunjung yang mengaku tertarik datang setelah melihat aktivitas Patih di media sosial.

‎“Saya lihat videonya berseliweran, ternyata masih pelajar tapi sudah bertani melon. Itu yang membuat saya penasaran ingin beli langsung di sini,” ujar Mira.

‎Selain dapat memilih jenis melon sesuai selera, pembeli juga ditawarkan harga yang relatif terjangkau. Patih membanderol melon hidroponik hasil panennya seharga Rp35.000 per kilogram.

‎Tak hanya fokus pada budidaya melon, Patih juga diketahui aktif membantu usaha keluarga di sektor peternakan dan perikanan. Ia mengelola ternak domba Garut serta berbagai jenis ikan yang dipelihara di kolam milik orang tuanya.

‎Langkah Patih Thauri Al Gafiki ini menjadi bukti bahwa pelajar dan generasi muda memiliki peluang besar untuk berkontribusi di sektor pertanian modern, sekaligus menjadi inspirasi bagi anak muda lainnya untuk tidak ragu terjun ke dunia agribisnis. (yat)

Related Articles

Back to top button