HEADLINEPurwakarta
Trending

Eceng Gondok Sumbat Waduk Jatiluhur, Sat Polairud Polres Purwakarta Turun Tangan Bersihkan Gulma

PURWAKARTA, RAKA – Pertumbuhan eceng gondok mulai menjadi ancaman serius bagi masyarakat di Kawasan Waduk Jatiluhur, Purwakarta. Pertumbuhannya semakin tidak terkendali.

Gulma air yang menutupi permukaan waduk itu mengganggu pemandangan, dan juga berpotensi merusak sektor perikanan hingga menghambat mobilitas perahu nelayan.

Kondisi tersebut mendorong jajaran Polres Purwakarta melalui Sat Polairud untuk membersihkan eceng gondok dan sampah plastik di kawasan Dermaga Serpis, Desa Jatimekar, Kecamatan Jatiluhur.

Baca Juga: Isbat Nikah Warnai Penutupan TMMD ke-128 Purwakarta, Hadirkan Harapan Baru bagi Warga Desa

Kegiatan yang merupakan bagian dari Program Unggulan Sapu Bersih Sampah Laut itu melibatkan personel Sat Polairud bersama masyarakat sekitar. Mereka menyapu dan mengangkat tumpukan eceng gondok yang mengambang di pesisir waduk agar tidak semakin meluas dan mengganggu aktivitas warga.

Kapolres Purwakarta, I Dewa Putu Gede Anom Danujaya melalui Kasat Polairud, Jamal Nasir mengatakan, keberadaan eceng gondok yang terus menumpuk dapat berdampak besar terhadap kehidupan masyarakat yang bergantung pada Waduk Jatiluhur.

Menurutnya, gulma air dapat menghambat jalur perahu nelayan, mengganggu budidaya ikan Keramba Jaring Apung (KJA), hingga memengaruhi kualitas air waduk.

“Eceng gondok yang menumpuk dapat menghambat jalur perahu nelayan, mengganggu budidaya ikan di Keramba Jaring Apung serta mempengaruhi kualitas air. Karena itu kami rutin melaksanakan kegiatan pembersihan bersama berbagai pihak sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan waduk,” ujarnya, Kamis (21/5).

Selain membersihkan gulma air, personel Sat Polairud juga memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan ke sungai maupun area waduk. Pasalnya, sampah plastik yang bercampur dengan eceng gondok memperparah pencemaran dan mengancam keseimbangan ekosistem perairan.

Eceng gondok yang menutupi permukaan waduk diketahui dapat menghambat sirkulasi air dan mengurangi kadar oksigen di dalam perairan. Kondisi itu berisiko menyebabkan kematian ikan secara massal dan merugikan para pembudidaya ikan di kawasan Waduk Jatiluhur.

Baca Juga: Rumah Wawan Tak Layak Huni

Sementara itu, Kasi Humas Polres Purwakarta, Tini Yutini menyebut kegiatan bersih-bersih tersebut menjadi bentuk kepedulian Polri terhadap keberlangsungan lingkungan dan sektor perikanan masyarakat.

Ia menegaskan, Waduk Jatiluhur memiliki peran penting bagi masyarakat Purwakarta, baik sebagai sumber penghidupan, sektor perikanan, hingga destinasi wisata. Penyelesaian eceng gondol harus secara bersama-sama antara pemerintah atau aparat.

“Kesadaran bersama masyarakat untuk menjaga lingkungan, mengurangi sampah plastik dan bersama-sama merawat kawasan perairan agar tetap bersih dan sehat,” kata Tini.

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat harus semakin peduli terhadap kebersihan lingkungan perairan sehingga kondisi Waduk Jatiluhur tetap terjaga dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang. (yat)

Related Articles

Back to top button