Rute Mudik Gratis Jalur Utara dan Selatan Menuju Semarang hingga Purwokerto

PURWAKARTA, RAKA – Cek rute mudik gratis jalur Utara dan Selatan menuju Semarang hingga Purwokerto. Pemerintah Kabupaten Purwakarta melalui Dinas Perhubungan menghadirkan program mudik gratis 2026 dengan menyediakan empat armada bus besar bagi masyarakat.
Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan yang juga Plt. Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Purwakarta, Indra Wijayakusuma, menjelaskan bahwa tahun ini pihaknya menyiapkan empat bus dengan dua jalur berbeda, yakni utara dan selatan.
“Untuk tahun ini kita sediakan empat moda angkutan, ada empat bus. Jalur utara dua bus dan jalur selatan dua bus,” ujar Indra.
Indra merinci, untuk jalur utara, tujuan akhir perjalanan adalah Semarang. Namun, pemudik bisa turun di sejumlah kota seperti Brebes, Pemalang, dan Tegal.
Baca Juga: Berburu Tiket Mudik Gratis
“Sementara untuk jalur selatan, tujuan akhirnya Banyumas atau Purwokerto,” katanya.
Keempat bus besar dengan kapasitas masing-masing 59 kursi. Dengan demikian total kuota yang tersedia mencapai 236 orang.
Pendaftaran bisa secara online melalui media sosial resmi Dishub. Indra menyebut, sejak sekitar 12 Februari lalu, kuota langsung terpenuhi sebelum penutupan pada 20 Februari.
“Sekitar delapan hari sudah penuh 236 orang,” ungkapnya.
Rencananya, para pemudik akan berangkat pada Senin, 16 Maret 2026. Pelepasan secara simbolis oleh Bupati Purwakarta bersama Forkopimda dan jajaran Dinas Perhubungan.
“Insya Allah tanggal 16 Maret, hari Senin, Pak Bupati bersama Forkopimda dan Pak Kadis akan melepas langsung para pemudik ke tempat tujuan masing-masing,” jelas Indra.
Sebelum keberangkatan, peserta wajib melakukan registrasi ulang untuk memastikan kelengkapan administrasi. Pada hari H, pemudik harus membawa karcis dari panitia dan akan ada pengecekan ulang jumlah penumpang.
Tonton Juga: Bapak Dan Anak Mendadak Bisu
Menurut Indra, tidak menutup kemungkinan terjadi pergantian nama peserta apabila ada yang berhalangan.
“Bisa saja nanti ada penggantian oleh anggota keluarga yang lain, atau dari 236 orang ada yang tidak jadi berangkat dan diganti dengan yang lain,” katanya.
Program mudik gratis ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah untuk mengurangi potensi kemacetan dan kecelakaan menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H.
Indra menegaskan, pihaknya ingin mendorong masyarakat menggunakan transportasi umum dari pada kendaraan roda dua yang lebih berisiko.
“Dengan adanya kegiatan ini, para pemudik diharapkan lebih memilih moda transportasi umum dibandingkan kendaraan roda dua yang notabene lebih berpotensi mengalami kecelakaan,” ujarnya.
Selain gratis, para peserta juga akan mendapatkan snack untuk berbuka puasa selama perjalanan.
“Kita gratiskan mulai dari pemberangkatan, dan karena ini bulan puasa, kita kasih juga snack untuk di perjalanan,” tambahnya.
Indra mengakui, terdapat program serupa juga dari sejumlah perusahaan, BUMN, hingga Kementerian Perhubungan. Namun, menurutnya, kehadiran pemerintah daerah tetap penting sebagai bentuk kepedulian kepada warga.
“Kalau sekarang di tengah jalan ditambah tentu tidak mungkin. Ini langkah awal dari Dinas Perhubungan Purwakarta. Mudah-mudahan tahun berikutnya bisa menambah moda angkutan dan kuota mudik gratis,” tuturnya.
Ia berharap, program ini bisa menjadi agenda rutin seperti di sejumlah daerah lain dan terus mendapat dukungan pimpinan serta ketersediaan anggaran.
“Semoga setiap tahun Dishub Purwakarta selalu hadir untuk masyarakat, memastikan keamanan, kenyamanan, dan keselamatan lalu lintas, terutama saat mudik dan arus balik,” pungkasnya. (yat)



