HEADLINEPurwakarta
Trending

Uniknya Tradisi Hajat Bumi di Desa Linggamukti Purwakarta, Ada Arak-arakan Dongdang!

PURWAKARTA, RAKA – Masyarakat Desa Linggamukti, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, masih menjaga tradisi hajat lembur atau hajat bumi yang telah berlangsung secara turun-temurun.

Hajat Lembur bukan sekadar agenda tahunan. Tradisi ini menjadi momen penting untuk mengenang perjuangan para pendahulu yang membangun desa.

Pelaksanaan Hajat Lembur yang belum lama ini kembali menunjukkan kuatnya ikatan budaya yang masih hidup di tengah masyarakat. Warga dari berbagai kalangan turut menyaksikan rangkaian kegiatan yang berlangsung meriah namun sarat makna.

Baca Juga: Catat! Surat Edaran Disdik Purwakarta Tegaskan Perpisahan Sekolah 2026 Tak Boleh di Luar Sekolah

Salah satu prosesi yang menjadi ciri khas dalam Hajat Lembur adalah arak-arakan dongdang berisi hasil bumi. Masyarakat berkeliling sambil membawa beragam hasil pertanian seperti padi, sayuran, buah-buahan, hingga hasil kebun lainnya.

Arak-arakan tersebut menggambarkan eratnya hubungan warga dengan sektor pertanian yang menjadi sumber penghidupan sebagian besar masyarakat desa.

Selain prosesi adat, Hajat Lembur juga menjadi ruang berkumpul dan bersilaturhami bagi masyarakat.

Kepala Desa Linggamukti, Toto Iskandar, mengatakan tradisi Hajat Lembur merupakan agenda rutin setiap tahun sebagai bentuk rasa syukur masyarakat atas limpahan hasil bumi dan berbagai keberkahan.

“Selain sebagai ungkapan rasa syukur, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat kebersamaan masyarakat,” kata Toto, belum lama ini.

Pelestarian tradisi ini agar generasi muda tidak kehilangan jati diri dan tetap mengenal nilai-nilai budaya yang tumbuh di lingkungan mereka.

“Kami ingin generasi muda mengetahui bahwa tradisi ini bukan hanya seremonial, tetapi memiliki makna tentang kebersamaan, gotong royong, dan penghormatan kepada para pendahulu yang telah membangun desa ini,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan Hajat Lembur juga diisi dengan berbagai hiburan rakyat yang disambut antusias masyarakat. Ribuan warga memadati lokasi kegiatan untuk menyaksikan pertunjukan seni yang menjadi bagian dari perayaan tersebut.

Tonton Juga: EKSKUL UNIK TAPI JUARA! RAHASIA SMK LENTERA BANGSA DI OLAHRAGA TEROMPAH

Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau Om Zein, yang turut hadir dalam kegiatan itu menilai Hajat Bumi memiliki nilai penting dalam menjaga identitas budaya masyarakat.

“Hajat Bumi menjadi perekat yang menghimpun seluruh elemen masyarakat, menyatukan mereka dalam satu ikatan persaudaraan yang kuat,” ujar Om Zein.

Pagelaran Hajat Lembur tidak hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga sarana untuk mengingat sejarah dan perjuangan para pendahulu dalam membangun kehidupan masyarakat desa.

Di tengah berbagai perubahan yang terjadi, Hajat Lembur di Desa Linggamukti menjadi bukti bahwa tradisi lokal masih memiliki tempat penting dalam kehidupan masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, warga tidak hanya merawat budaya leluhur, tetapi juga menjaga nilai-nilai kebersamaan yang menjadi kekuatan utama dalam kehidupan bermasyarakat. (yat)

Related Articles

Back to top button