HEADLINE
Trending

Tolak IPLT Jalupang, Warga Wancimekar Desak Pemkab Karawang Bereskan Masalah Sampah Dulu

‎KOTABARU, RAKA- Penolakan keras disampaikan warga Desa Wancimekar terhadap rencana pembangunan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) di kawasan TPA Jalupang.

Sikap tersebut mencuat dalam forum sosialisasi yang digelar Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Karawang yang dilaksanakan di Favehotel, Rabu sore (25/2).

‎‎Mayoritas warga yang hadir dalam pertemuan itu menyatakan keberatan apabila fasilitas IPLT dibangun sebelum persoalan pengelolaan sampah di TPA Jalupang dibenahi.

Mereka menilai, kondisi pengolahan sampah yang belum optimal masih menyisakan berbagai dampak bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.

‎‎Kepala Desa Wancimekar Dimyat Sudrajat mengatakan, bahwa keberatan warga didasari alasan yang jelas. Ia menuturkan, masyarakat menginginkan agar persoalan pengelolaan sampah di TPA Jalupang dibenahi terlebih dahulu sebelum ada penambahan fasilitas baru. ‎

“Kami menolak pembangunan IPLT di Jalupang selama pengolahan sampah di TPA belum direalisasikan dengan baik,”katanya, Kamis (26/2).

‎Menurutnya, apabila sistem pengelolaan sampah di TPA Jalupang sudah berjalan optimal dan tidak lagi menimbulkan dampak bagi masyarakat sekitar, maka pihak desa bersama warga siap membuka ruang pembahasan kembali terkait rencana tersebut.

‎“Jika pengelolaan sampahnya sudah tertata dan tidak berdampak negatif, tentu akan kami pertimbangkan lagi,”paparnya.

‎Di sisi lain, Kepala Dinas PRKP Karawang Asep Hazar mengatakan, bahwa kegiatan sosialisasi merupakan tahapan administratif yang harus dilalui sebelum rencana pembangunan dapat diajukan lebih lanjut. Ia menyebut, usulan pembangunan IPLT itu diproyeksikan masuk dalam perencanaan anggaran tahun 2027.

“Ini masih sebatas sosialisasi sebagai syarat awal. Jika diajukan, kemungkinan masuk di anggaran 2027,” jelasnya.

‎Menanggapi penolakan warga, Asep menilai forum tersebut justru menjadi wadah untuk menampung aspirasi masyarakat. Ia menegaskan, keputusan akhir nantinya akan mempertimbangkan sikap warga setempat. ‎

“Pertemuan ini penting untuk mengetahui pandangan masyarakat. Dilanjutkan atau tidak, tentu bergantung pada persetujuan warga. Kami tidak akan memaksakan,”terangnya.

‎Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa kebutuhan fasilitas IPLT di Karawang semakin mendesak seiring perkembangan wilayah menuju kawasan perkotaan. Sistem pengolahan lumpur tinja terpusat dinilai penting guna menunjang sanitasi yang lebih aman dan ramah lingkungan. ‎

“Karawang berkembang menjadi kota besar, sehingga sistem sanitasi harus ditingkatkan. IPLT akan membuat pengelolaan lumpur tinja lebih terkontrol,” paparnya.

‎Sebagai perbandingan, ia mencontohkan daerah yang telah memiliki IPLT regional seperti di Sewon, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang dinilai mampu mendukung sistem sanitasi perkotaan secara efektif. Meski demikian, pihaknya memastikan rencana pembangunan IPLT di Jalupang tidak akan dilanjutkan tanpa persetujuan masyarakat. ‎

“Kami tetap mengedepankan aspirasi warga agar tidak muncul persoalan baru di kemudian hari,” tutupnya. (zal)

Related Articles

Back to top button